Media Telivisi Ary News, yang berpusat di Karachi, Pakistan, melaporkan, 67 ribu calon jemaah haji Pakistan terancam gagal berangkat haji tahun ini. Gara-garanya, biro travel salah mentransfer dana 36 miliar rupee Pakistan—setara dengan 50 juta riyal Saudi—yang dikumpulkan dari para calon jemaah. Dana tertahan di Arab Saudi.
__________
Pemerintah Saudi dilaporkan menolak mengembalikan dana itu, alih-alih menawarkan untuk menyesuaikan dana tersebut untuk haji tahun depan.
Dikutip dari Middle East Eye pada Selasa, 30 April 2025, Ketua Komite Tetap Urusan Agama dan Kerukunan Antarumat Beragama Pakistan, Malik Muhammad Aamir Dogar, menyatakan bahwa kesalahan tersebut membahayakan pelaksanaan ibadah haji bagi 67 ribu warga Pakistan.
Kesalahan itu, menurut Dogar, menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah perhajian Pakistan. Dia meminta pemerintah menjelaskan mengapa sekitar uang senilai 50 juta riyal Saudi bisa salah ditransfer ke rekening yang dilaporkan terkait dengan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bukan Kementerian Haji Arab Saudi.
Bahkan, pihak penerima transferan dana tersebut belum jelas.
“Ini bukan hanya tentang uang; ini tentang mimpi dan keyakinan 67 ribu warga Pakistan yang mungkin kini tertinggal,” kata Dogar.
Ia mendesak agar pihak-pihak yang terlibat diidentifikasi dan bertanggung jawab.
“Mereka yang bertanggung jawab harus diidentifikasi, apakah di kementerian atau di antara operator swasta yang menjual paket haji. Jika haji tidak dapat dilaksanakan, uang itu harus dikembalikan. Kami akan menilai apakah keuntungan diperoleh dari uang para peziarah,” tegas Dogar.
Menteri Federal untuk Urusan Agama dan Kerukunan Antaragama Pakistan, Sardar Muhammad Yousuf, menyatakan penyesalannya dan meyakinkan komite bahwa kini tengah ditempuh upaya untuk memulihkan dana tersebut.
“Uang yang disalurkan melalui sistem akan dikembalikan. Kami telah mengamankan 10 ribu slot tambahan, dan diskusi sedang berlangsung untuk mendapatkan lebih banyak tempat,” ujar Yousuf.
Yousuf mengatakan masalah ini adalah imbas kelalaian perusahaan travel.
“Menteri Federal Urusan Agama dan Kerukunan Antarumat Beragama Pakistan Sardar Muhammad Yousuf mengakui pada hari Jumat bahwa sebagian besar kuota haji Pakistan 2025 tidak dapat dimanfaatkan karena kelalaian operator tur,” demikian dikutip dari laporan Pakistan Observer.
Yousuf menjelaskan, operator tur haji gagal memenuhi persyaratan dan komitmen dengan otoritas Saudi dan mitra bisnis dalam waktu yang sudah ditentukan. Imbasnya, kuota haji tidak bisa dimanfaatkan secara penuh.
Setidaknya ada 110 ribu jemaah Pakistan yang akan berangkat haji tahun ini. Tindakan tegas terhadap orang atau perusahaan yang lalai dalam hal ini akan diberlakukan. ***





