Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas menyatakan Indonesia sudah berhasil mencapai target swasembada pangan untuk dua komoditas utama, yakni beras dan jagung. Capaian tersebut mengacu pada data produksi dan stok yang menunjukkan surplus.
__________
“Kita syukuri tugas yang dibebankan Bapak Presiden untuk swasembada pangan, paling kurang beras dan jagung, sudah bisa kita capai,” kata Zulhas, saat ditemui oleh wartawan di kantornya, Selasa, 8 April 2025.
Zulhas menjelaskan, menurut perkiraan Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional hingga akhir April 2025 mencapai 13,9 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi dalam negeri rata-rata sekitar 2,6 juta ton per bulan.
Artinya, dalam empat bulan kebutuhan hanya sekitar 10,4 juta ton, dan Indonesia masih memiliki kelebihan sekitar 3,5 juta ton. “Insya Allah sudah sesuai dengan yang kita rencanakan dan hasilnya juga nyata, itu berkat kerja sama semua pihak,” imbuh dia.
Ia menegaskan, keberhasilan ini bukan hanya kerja satu lembaga, tetapi hasil koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah. “Ada Kementan, Kementerian Pangan, ada Kementerian PU (Pekerjaan Umum), kementerian lain yang terkait. Juga pemerintah daerah, ada gubernur, ada bupati. Semua pihak. Yang satu irama satu tim bekerja keras,” ungkapnya.
Ke depan, menurut Zulhas, produksi masih bisa ditingkatkan, terutama jika perbaikan irigasi terus dilakukan.
“Ini belum selesai mengenai irigasi. Kalau irigasi tambah rapi, tentu kita akan mendampingi. Ini baru yang optimalisasi atau intensifikasi. Belum masuk yang pengembangan lahan baru,” terang dia.
Tak hanya beras, jagung juga mengalami surplus. “Kali ini sudah dua, beras dan jagung. Jagung juga sudah berlebih,” ujar dia.
Zulhas menyebut Indonesia memiliki stok beras yang sangat besar, bahkan dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ASEAN.
“Alhamdulillah, di mana-mana negara lain beras kurang, kita, stok beras kita bsekarang berlebih. Kemarin saya cek, Bulog baru tambah 800 ribu ton (serapan). Berarti ditambah 2 juta ton, stok beras kita 2,8 juta ton. Saya kira tidak ada negara di dunia yang punya stok beras 2,8 juta ton. Tidak ada. Bahkan beberapa negara ASEAN kurang,” kata dia.
Sebelumnya, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengumumkan, produksi beras pada periode Januari-April 2025 (subround 1) diperkirakan mencapai 13,95 juta ton. Khusus Februari-April saja, angkanya mencapai 12,71 juta ton, naik 2,51 juta ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Terdapat peningkatan sebesar 2,88 juta ton atau naik 25,99% dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Amalia dalam konferensi pers, Senin, 3 Maret 2025.
Ia menyebut angka ini merupakan yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir. “Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikan produksi secara tahunan diperkirakan terbesar sejak tahun 2019,” jelas dia.
Sebagai informasi, per Rabu, 15 Januari 2025 menjadi hari yang menggembirakan bagi para petani padi. Zulhas memberlakukan keputusan pemerintah. Berupa penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dari petani. Harga gabah dinaikkan menjadi Rp6.500 per kg dari sebelumnya Rp6.000.
Sementara produksi tani jagung dibanderol Rp5.500 per kg yang diberlakukan mulai 01 Februari 2025. Harga Acuan Pemerintah (HAP) jagung itu terhadap hasil panen berikutnya. Bukan stok atau ketersediaan, sebelum pemberlakuan kebijakan. ***





