Pakar Pertanian Ingatkan Kenaikan Suhu Bumi Ancam Ketahanan Pangan

Kenaikan suhu muka bumi mengancam ketahanan pangan. Ilustrasi:ChatGPT
Perubahan iklim telah nyata-nyata menjadi ancaman di masa depan. Sektor produksi pangan paling rentan di tengah kondisi ini. Tanpa strategi yang tepat, program ketahanan pangan bisa bubar jalan.

Data terbaru Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) mencatat tahun 2024 sebagai tahun terpanas dalam satu dekade terakhir, dengan kenaikan suhu global mencapai 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri.

Dampaknya terasa nyata di sektor pertanian. Di berbagai daerah, petani mengeluhkan gagal panen, hama yang semakin agresif, hingga jadwal tanam yang tak lagi bisa diprediksi.

Bayu Dwi Apri Nugroho, pakar pertanian dan perubahan iklim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengungkapkan bahwa seluruh komoditas pangan terdampak. “Setiap tanaman memiliki batas toleransi suhu tertentu. Misalnya, kopi dan teh yang tumbuh di dataran tinggi idealnya berada di suhu 13-25 derajat Celsius, sementara padi butuh suhu 20-33 derajat Celsius. Jika suhu meningkat melebihi ambang batas, pertumbuhan tanaman terganggu,” ujar Bayu melansir laman UGM, Rabu, 26 Maret 2025 .

Bacaan Lainnya
Pakar UGM meneliti kenaikan suhu muka bumi. Foto:UGM

Bayu yang juga Tenaga Ahli Menteri PPN/Bappenas menambahkan, pola tanam pun ikut terdampak. “Petani harus mulai menyesuaikan jenis tanaman yang lebih tahan terhadap suhu tinggi dan minim kebutuhan air. Jika pola tanam tidak disesuaikan, maka produktivitas akan semakin anjlok,” katanya.

Bukan hanya produktivitas, kualitas hasil panen juga mengalami penurunan drastis. Tanaman kedelai, misalnya, mengalami penurunan kadar protein dan nitrogen akibat suhu yang terlalu tinggi. Fenomena ini bukan sekadar menekan keuntungan petani, tetapi juga berdampak pada kandungan gizi yang dikonsumsi masyarakat.

“Proses pematangan yang dipercepat oleh suhu ekstrem membuat buah dan biji lebih kecil, keras, dan kurang bernutrisi. Ini berbahaya bagi ketahanan pangan kita,” kata Bayu.

Dampak pada Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan nasional tengah berada di persimpangan jalan. Penurunan produksi akibat perubahan iklim dapat berujung pada krisis pangan yang memperlebar kesenjangan sosial-ekonomi. Jika tidak diantisipasi, pemerintah harus mengambil langkah darurat, mulai dari meningkatkan produksi dalam negeri, menggalakkan diversifikasi pangan, hingga bergantung pada impor.

Pos terkait