Trik Mengajarkan Anak Puasa dengan Cara Menyenangkan, Jangan Pakai Paksaan!

Mengajarkan anak berpuasa sejak dini itu penting, tapi jangan sampai jadi beban buat mereka! Ketua Program Studi S1 PG-PAUD Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Nanang Rokhman Saleh, S.Ag., M.ThI, menegaskan kalau anak harus dikenalkan dengan konsep puasa secara santai dan bertahap.

Menurut Nanang, hal pertama yang harus dipahami orang tua adalah jangan memaksa anak berpuasa. Kalau anak tertekan, mereka malah bisa kehilangan esensi ibadah ini. Jadi, sebelum mulai berpuasa, anak perlu diberi pemahaman tentang apa itu puasa dan kenapa umat Muslim melakukannya.

“Mengajarkan anak puasa itu harus menyenangkan, bukan dengan ancaman atau hukuman,” ujar Nanang, Senin, 10 Maret 2025.

  • Pelan-Pelan, Bertahap

Nggak perlu langsung seharian penuh, lho! Anak bisa mulai dengan puasa setengah hari atau beberapa jam sesuai kemampuannya. Cara ini bikin mereka nggak terbebani dan bisa memahami arti puasa secara perlahan. Seiring waktu, durasi puasa bisa ditingkatkan sampai mereka siap untuk puasa penuh.

Bacaan Lainnya

Anak-anak itu peniru ulung. Kalau melihat orang tuanya semangat puasa, mereka juga bakal ikut-ikutan. Nanang menekankan pentingnya orang tua menunjukkan sikap positif dan konsisten dalam berpuasa. Dengan begitu, anak akan lebih termotivasi untuk menjalankan ibadah ini dengan sukacita.

  • Buat Sahur dan Berbuka Jadi Momen Seru!

Biar anak makin semangat, ciptakan suasana sahur dan berbuka yang menyenangkan. Misalnya, ajak mereka bantu memilih menu atau menyiapkan makanan bersama. Momen kebersamaan ini bikin anak merasa dihargai dan lebih termotivasi untuk berpuasa.

  • Jangan Lupakan Asupan Gizi!

Selain semangat, kesehatan anak juga harus diperhatikan. Pastikan asupan nutrisi mereka tercukupi saat sahur dan berbuka agar tetap fit selama puasa.

  • Kasih Reward? Boleh, Asal Bijak!

Memberikan apresiasi bisa jadi motivasi ekstra buat anak. Pujian atau hadiah kecil bisa membuat mereka bangga dan makin semangat puasa. Tapi ingat, jangan sampai hadiah jadi tujuan utama mereka berpuasa!

  • Mulai Sejak Balita, Tapi Sesuai Kemampuan

Nanang menambahkan bahwa anak sudah bisa dikenalkan dengan puasa sejak balita, tapi tetap harus disesuaikan dengan kemampuan mereka. Setiap anak punya kondisi fisik berbeda, jadi orang tua perlu bijak dalam menentukannya.

Pos terkait