Jenderal TNI Aktif Jadi Dirut Bulog, Dapat Tugas Serap 3 Juta Ton Gabah

Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya. (Dok. Puspen TNI)
Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menunjuk Mayor Jenderal TNI Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Bulog, menggantikan Wahyu Suparyono yang hanya menjabat selama lima bulan. Sebelumnya, Jenderal Novi adalah Asisten Teritorial Panglima TNI.

“Selama masa tugasnya, keduanya telah memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan Perum Bulog,” kata Sekretaris Perusahaan Bulog  A. Widiarso dalam keterangan resmi yang dikutip Ahad, 9 Februari 2025.

Selain mengangkat Helmy, Erick juga mengangkat Hendra Susanto, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebagai Direktur Keuangan Perum Bulog. Hendra menggantikan Iryanto Hutagaol.

Jajaran Dewan Pengawas Perum Bulog dirombak. Sesuai SK Nomor: SK-29/MBU/02/2025 tanggal 7 Februari 2025, posisi Wicipto Setiadi sebagai Dewan Pengawas selesai, digantikan Verdianto Iskandar Bitticaca—Purnawirawan Polri yang pernah menjadi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi.

Bacaan Lainnya

Bulog saat ini memiliki tugas untuk menyerap 3 juta ton gabah demi stabilisasi harga beras. Pemerintah pun telah mengalokasikan anggaran mencapai Rp39 triliun untuk menyerap 3 juta ton beras lokal pada Februari-April 2025.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan jika Bulog sudah memegang dana untuk menyerap beras lokal senilai Rp23 triliun. Selain itu, Kementerian Keuangan telah menyetujui untuk menambah anggaran senilai Rp16,6 triliun dalam Rapat Koordinasi Terbatas tentang Pangan pada Jumat, 31 Januari 2025.

“Jadi, tidak ada alasan Bulog tidak dapat membeli dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah senilai Rp6.500 per kilogram untuk Gabah Kering Panen,” kata Zulhas di kantornya, Jumat, 31 Januari 2025.***

Pos terkait