Obituari Jimmy Carter: Presiden AS yang Paling Keras Mengkritik Genosida Israel di Palestina

Presiden ke-39 Amerika Serikat Jimmy Carter Menunjukkan Buku berjudul , "Palestine: Peace, Not Apartheid," dalam sebuh acara penandatanganan buku di Tempe, Arizona, pada 12 Desember 2006. ( Foto: AP Photo/Paul Connors)
James Earl Carter Jr., atau lebih popular dikenal sebagai Jimmy Carter, Presiden Amerika Serikat ke-39 (1977-1981), meninggal dunia pada usia 100 tahun di kediamannya di Plains, Georgia, pada 29 Desember 2024. Dikenal sebagai Presiden AS yang paling gencar mengkritik genosida Israel di Palestina.

Carter lahir pada 1 Oktober 1924 di Plains, Georgia, sebagai anak tertua dari pasangan James Earl Carter Sr. dan Bessie Lillian Gordy. Dia menjadi salah satu salah satu tokoh dunia yang paling vokal dalam mendukung hak-hak Palestina.

Sepanjang hayatnya, Carter  gigih dan konsisten memperjuangkan perdamaian antara Israel dan Palestina, meskipun menghadapi kritik keras, termasuk tuduhan antisemitisme.

Carter memediasi Kesepakatan Camp David tahun 1978 yang menghasilkan perdamaian antara Mesir dan Israel. Perjanjian ini berhasil mengakhiri ancaman militer besar terhadap Israel dari Mesir, tetapi juga membuka jalan bagi pembahasan hak-hak Palestina. Dalam perundingan ini, Carter menekankan pentingnya pengakuan hak-hak sah rakyat Palestina sebagai bagian dari solusi perdamaian jangka panjang.

Bacaan Lainnya

“Hak-hak sah Palestina harus diakui untuk menciptakan perdamaian abadi di Timur Tengah,” ujarnya.
Namun, visi Carter mengenai Palestina sebagai bagian dari solusi perdamaian sering kali menghadapi resistensi dari pihak pro-Israel di AS. Pernyataan seperti “hak-hak Palestina yang sah” bahkan sempat memicu boikot dari beberapa komunitas Yahudi di AS.

Pada 2002, Carter dianugerahi Nobel Perdamaian atas upayanya dalam mempromosikan resolusi damai konflik internasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin di seluruh dunia. Dalam pidato penerimaannya, Carter mengatakan, “Masalah paling serius dan universal adalah jurang yang semakin besar antara orang terkaya dan termiskin di Bumi.”

Pada tahun 2006, Carter menulis dan menerbitkan buku berjudul Palestine: Peace Not Apartheid. Dalam buku ini, ia secara terang-terangan mengkritik kebijakan Israel terhadap Palestina, menggambarkannya sebagai bentuk apartheid.

Pos terkait