Menag dan Mendikdasmen Bawa Kabar Gembira untuk Guru yang Belum Ikut PPG

Ilustrasi aktivitas guru. (Dok. Samudra Fakta)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertemu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk membahas percepatan proses Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Senin (18/11/2024) lalu.

Pertemuan yang berlangsung di kantor Kemendikdasmen ini bertujuan mencari solusi untuk mengurai antrean panjang peserta PPG, khususnya bagi guru mata pelajaran agama di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di lembaga pendidikan agama.

“Kami datang untuk membangun sinergi dengan Kemendikdasmen dalam menyelesaikan persoalan sertifikasi guru agama dan guru mata pelajaran umum di madrasah. Ini penting agar program sertifikasi berjalan lebih cepat,” kata Nasaruddin dalam keterangan tertulisnya.

Menag Nasaruddin Umar dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. (Dok. kemenag.go.id)
Antrean PPG Bisa Capai Puluhan Tahun

Saat ini, antrean untuk mengikuti PPG bagi guru agama dan guru umum cukup panjang. Tanpa terobosan baru, antrean ini diperkirakan memakan waktu hingga 30–50 tahun. Menag dan Mendikdasmen sepakat mengakumulasi sumber daya agar solusi percepatan bisa segera direalisasikan.

Bacaan Lainnya

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengungkapkan, ratusan ribu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan guru mata pelajaran umum di madrasah masih menunggu sertifikasi. “Kami optimistis, dengan kerja sama ini, guru PAI dan guru mata pelajaran umum di madrasah bisa menyelesaikan PPG dalam beberapa tahun ke depan, maksimal pada 2026,” kata Abdul Mu’ti.

Di sisi lain, banyak guru honorer yang telah lulus seleksi akademik sejak 2023 hingga kini belum mendapatkan panggilan untuk mengikuti PPG. Salah satunya adalah Khadzik Misja, seorang guru honorer di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Saya lulus pretest pada 2023, tetapi hingga kini belum dipanggil untuk PPG. Kami berharap pemerintah mempercepat proses ini,” ujar Khadzik. Pengalaman harap-harap cemas untuk dipanggil mengikuti PPG juga dialami oleh Erna Yuliana Lailatur Rohmiyah, guru di MIN 4 Semarang. Erna dinyatakan lulus pretes awal 2024. “Saya sudah mengajar sejak 2009 alias sudah 15 tahun. Semoga saya bisa ikut PPG Kemenag pada batch terdekat”, tutur Erna.

Pos terkait