Ketua Presidium Penyelamat Organisasi (PO) sekaligus Sekretaris Steering Committee Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU), Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menyatakan MLB NU tetap akan jalan, dan pra-MLB bakal digelar Desember bulan depan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyebutnya sebagai ‘forum liar’.
PO-MLB NU, menurut Gus Salam, sedang berbagi tugas melakukan silaturrahmi-konsolidatif dengan para ulama, kiai sepuh, masyayikh, tokoh, dan para senior NU.
“Kepada beliau-beliau, presidium berbagi perspektif tentang dinamika keindonesiaan dan ke-jam’iyyah-an Nahdlatul Ulama, memohon doa restu dan dukungan atas gerak langkah menjalankan ‘Risalah Amanat Bangkalan’, yakni Penyelamatan Organisasi dan Muktamar Luar Biasa NU,” katanya, Jumat (1/11/2024) pekan lalu.

Gus Salam menyebut, pergerakan dilakukan secara senyap untuk mendukung pelantikan presiden-wakil presiden serta pengumuman kabinet. Ia mengklaim bahwa dalam road show jelang Hari Pahlawan pada 10 November 2024, sejumlah kelompok “santri arus bawah” merasakan adanya kesamaan pandang dari para ulama-kiai sepuh, masyayikh, tokoh, dan senior NU.
Mereka, kata Gus Salam, disebut merasakan ada sesuatu yang salah, mismanajemen yang fatal dan prinsipil, serta merasakan adanya pergeseran pelaksanaan norma dan landasan etis dalam mukadimah qonun asasi, khittah NU, dan AD-ART, serta aturan teknis organisasi.
Gus Salam juga menilai ada penurunan spirit, mentalitas, dan moralitas dalam berjamaah dan ber-jam’iyyah yang ditampakkan oleh pimpinan dan pejabat PBNU saat ini. Perpecahan pun, kata dia, meluas terutama di Jawa, baik secara terbuka maupun terpendam, serta menyimpan hubungan yang tidak sehat hingga saling menjatuhkan.
“Atas perspektif dan ungkapan perasaan beliau-beliau (pendukung MLB NU) itu, memantapkan Presidium untuk segera menggelar Muktamar Luar Biasa (MLB) NU,” kata Gus Salam.
“Pra-MLB sendiri insya Allah akan dilaksanakan bulan Desember, di Surabaya—titik juang para pahlawan. Pra-MLB direncanakan dihadiri oleh PWNU se-Indonesia atau yang mewakili,” ujarnya.
PBNU Anggap MLB Tidak ‘Mu’tabar’
Di sisi lain, Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla menyebut jika Muktamar Luar Biasa (MLB) NU adalah forum liar.
“Ini forum, yang dalam bahasa NU, ini forum yang tidak mu’tabar. Yyang tidak legitimate,” kata Ulil kepada wartawan, di kantor PBNU, Jakarta, Jumat (1/11/2024).

Ulil pun mengaku menyayangkan agenda MLB NU yang ‘tidak mu’tabarah‘ jalan terus. Sebab, kata dia, NU dikenal dengan kitab-kitab mu’tabarah atau kitab-kitab yang mempunyai legitimasi dan sah untuk dijadikan rujukan.
“Nah, (MLB) ini kalau dibahasakan dengan bahasa NU, ini seperti kitab yang tidak mu’tabarah,” kata dia.
Menanggapi Ulil, Presidium dan Ketua OC MLB NU, Imam Baihaqi, menyatakan justru PBNU lah yang saat ini tidak memiliki landasan etika.
“Kepemimpinan PBNU periode inilah justru yang tidak mu`tabar. Karena kepemimpinanya tidak mengikuti standar moral ahlussunnah wal jamaah,” kata Baehaqi, dikutip dari Jurnas.com, Ahad (3/11/2024).

Baehaqi juga menilai jika PBNU di bawah kepemimpinan Yahya Cholil Staquf arogan dan sewenang-wenang, serta menciptakan berbagai konflik.
“Tidak ada program jelas yang dirasakan oleh warga NU, sarat dengan kepentingan pribadi dan politik, sering kali melakukan intimidasi kepada struktur di bawahnya. Karakter kepemimpinan otoriter,” ujar Baehaqi.
Selain itu, tambahnya, PBNU sering melakukan kampanye humanitarianisme Islam, namun, selama memimpin PBNU, Yahya tidak pernah menggelar program nyata untuk kemanusiaan—melainkan lebih berorientasi politik kekuasaan.
“Banyak kasus kemanusiaan terjadi, tetapi tidak jelas sikapnya dan tidak ada kehadiran NU dalam setiap berbagai isu kemanusiaan,” dia menambahkan.
PBNU juga tidak memberikan teladan yang baik mengenai rangkap jabatan. Sekjen PBNU, Saifullah Yusuf, tidak melepaskan jabatannya di struktur PBNU ketika mendapatkan amanah sebagai Menteri Sosial.
“Sementara banyak PW (Pengurus Wilayah) dan PC (Pengurus Cabang) yang dianggap rangkap jabatan langsung dipecat. Seperti yang dialami PCNU Cianjur,” ujar Baehaqi.
Karena itu, Presidium PO dan MLB NU mengapresiasi Presiden RI Prabowo Subianto yang menunjuk Prof. Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama. Dengan demikian, tidak ada lagi ancaman untuk PWNU dan PCNU, seperti yang terjadi di era Menag Yaqut Cholil Qoumas.***





