Kisah Haru Seleksi CPNS di Kejati Kalsel: Calon Pegawai Datang Ujian dengan Sepatu Ditambal Lakban

Sepatu rusak calon PNS
Sepatu rusak calon PNS. Ilustrasi:Canva
Sebuah momen yang menggugah hati menjadi viral di media sosial.Seorang peserta tes CPNS di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan hadir dengan sepatu rusak yang penuh dengan rekatan lakban.
Kajati Kalsel Rina Virawati (kiri) saat mengganti sepatu rusak milik seorang CPNS. Foto:SS Instagram

Kisah perjuangan pemuda tersebut pertama kali mencuri perhatian lewat sebuah video yang dibagikan oleh akun Instagram resmi Kejaksaan Agung pada Kamis, 24 Oktober 2024.

Dalam video tersebut, tampak seorang pria berdiri di antara peserta lainnya, menjalani pemeriksaan sebelum mengikuti ujian. Namun, ada satu hal yang mencolok—sepatunya yang penuh dengan lakban.

Seolah bertahan dari kerusakan hanya demi menemaninya berjalan meraih mimpi. Sepatunya sempat diperiksa oleh petugas, namun momen paling mengharukan terjadi ketika Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan, Rina Virawati, memperhatikan kondisi itu dengan cermat.

Bacaan Lainnya

Melihat perjuangan dan semangat yang terpancar dari pemuda tersebut, Rina secara spontan memberikan sepasang sepatu baru di hadapan peserta lain yang sedang bersiap mengikuti tes SKD.

Tindakan ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan materi, tetapi juga penghargaan atas tekad pantang menyerah di tengah keterbatasan.

“Momen ini menggambarkan perjuangan pribadi seseorang yang, meski dalam kondisi ekonomi yang sulit, tetap berusaha meraih cita-cita. Sepatu penuh lakban itu bukan hanya simbol keterbatasan, tapi juga semangat tak kenal menyerah,” tulis Kejaksaan Agung dalam unggahannya.

Dalam video tersebut, setelah menerima sepatu baru, peserta CPNS tersebut dibantu petugas untuk mengganti sepatunya. Tangis haru tak terbendung, bukan hanya dari pemuda itu sendiri, tetapi juga dari peserta lain yang menyaksikan kejadian ini. Ada rasa solidaritas yang terpancar di ruangan itu, rasa bahwa mimpi dan perjuangan tak mengenal batas.

Reaksi dari netizen pun tak kalah menyentuh. “Hadiah sepatu dari Ibu Kajati ini adalah simbol bahwa siapa pun, tak peduli latar belakangnya, berhak untuk bermimpi dan berjuang,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Tindakan spontan Rina Virawati ini menuai pujian luas. Salah satu komentar berbunyi, “Luar biasa Bu Kajati, tindakan sosial dan humanisnya menunjukkan bahwa hati nurani tidak hanya berbicara tentang penegakan hukum, tapi juga tentang kepedulian antar sesama.”

Di dunia yang kadang penuh dengan kompetisi dan tekanan, momen seperti ini mengingatkan kita bahwa empati dan solidaritas masih sangat hidup. Hadiah sepatu tersebut bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bukti bahwa di balik seragam penegak hukum, masih ada hati yang peduli terhadap sesama manusia.

“Masya Allah, di tengah segala kesibukan dan tanggung jawab, kebaikan sekecil apa pun. Seperti memberikan sepatu baru kepada seorang pemuda yang penuh harapan, bisa memberi dampak besar bagi hidup seseorang,” tulis salah satu di kolom komentar akun Instagram Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk selalu peduli dan berbagi.*

Pos terkait