Yaqut dan Gus Ipul Dikabarkan Jadi Menteri Prabowo, Pengamat: Jika NU Lebih Banyak, PKB Mending Oposisi

Saifullah Yusuf dan Yaqut Cholil Qoumas dalam sebuah acara beberapa waktu lalu. (Dok. NU Online)
Jakarta– Dua pekan menuju pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2024, beredar nama-nama sejumlah kandidat menteri. Naman Yaqut Cholil Qoumas dan Saifullah Yusuf dikabarkan masuk bursa dari unsur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Keduanya disebut bakal menjadi Menteri Desa dan Menteri Sosial di kabinet nanti. Sedangkan, dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) baru muncul nama Jazilul Fawaid yang disebut akan menjadi Menteri Agama selanjutnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menyatakan cukup menarik bila nantinya di kabinet pemerintahan selanjutnya lebih banyak porsi dari unsur PBNU ketimbang PKB. “Porsi PBNU lebih besar dari PKB memang cukup menarik, karena NU bukan organisasi politik dan tidak berdampak di parlemen,” ucap Dedi, dikutip dari Inilah.com, Minggu (6/10/2024).

Dedi menyarankan PKB lebih baik menarik diri dari barisan koalisi jika hal itu benar-benar terjadi. “Dalam situasi itu, harusnya PKB lebih baik berada di oposisi, terlebih mereka punya tambahan anggota legislatif hasil Pemilu. Tetapi, jika pilihan menjadi oposisi tidak diambil PKB, bisa saja Muhaimin masih belum sepenuhnya merdeka tentukan kebijakan politiknya,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Dedi juga mendukung Jazilul menjadi Menteri Agama selanjutnya. Akan tetapi munculnya nama Yaqut jadi persoalan lain karena pria yang akrab disapa Gus Yaqut itu terbukti gagal menjadi menteri, menyisakan banyak persoalan haji.

“Tetapi tidak menjadi persoalan sepanjang memang miliki kapasitas, dan tidak mengulang seperti Kemenag saat ini yang banyak terkesan tidak tepat dan minim kemampuan di Menag,” tuturnya.

Dahnil Anzar Simanjuntak.Foto: ANTARA

Sebelumnya, juru bicara Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutkan Prabowo sudah mengantongi beberapa nama yang akan dipilih sebagai menteri dalam kabinetnya.

Dia mengatakan, dari partai politik, Prabowo akan memprioritaskan nama-nama dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), sedangkan dari kelompok lainnya sedang dipertimbangkan berdasarkan usulan kelompok masyarakat, ormas, kelompok profesi buruh tani dan nelayan, relawan, serta lainnya.

Dahnil menerangkan terdapat tiga kriteria bagi calon menteri yang akan duduk di kabinet, yakni integritas, kompetensi dan loyalitas.

“Dengan Pak Prabowo sebagai panglima, mereka yang menjadi menteri Pak Prabowo harus tegak lurus dengan berbagai agenda pembangunan yang sudah dibuat Pak Prabowo,” ucap Dahnil di Jakarta, Sabtu (28/9/2024).

Terkait dengan jumlah kementerian pada kabinet Prabowo, dia menuturkan, hal tersebut belum bisa dipastikan lantaran masih berproses, tetapi yang pasti jumlahnya akan bertambah dari saat ini yang sebanyak 34 kementerian.

“Nanti ada kementerian yang akan dipecah dan digabung atau merger. Ada Kementerian yang tadinya dipecah nanti ada jadi badan, ada juga yang digabung dan sebagainya,” jelas Dahnil.*

Pos terkait