SURABAYA–Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77, Pemkot Surabaya memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah UKM RI terkait pengembangan ekonomi, dengan meluncurkan aplikasi bernama Awasi Boyo untuk mengawasi kesehatan koperasi.
“Itu menjadi pemikiran kami, apa yang perlu ditingkatkan untuk menggerakkan ekonomi lagi. Pengawasan-pengawasan, kita banyak menggandeng anak muda. Bahkan kemarin untuk menggerakan ekonomi ada sertifikasi halal dan kita bergerak dengan anak muda Surabaya,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dikutip Ahad (21/7/2024).
Sebanyak 40 persen anggaran APBD Kota Surabaya, kata Eri, dialokasikan dalam program padat karya. Di dalamnya terdapat warga Kota Pahlawan yang tergabung dalam koperasi.
“Kami memiliki forkopimda yang luar biasa, membantu kami menggerakkan koperasi, sehingga uang yang berputar di Surabaya bisa bergerak untuk warga Kota Surabaya, dan mengurangi kemiskinan,” lanjutnya.
Selain itu, Pemkot Surabaya juga terus mendukung pengembangan UMKM di Kota Pahlawan, salah satunya dengan memberikan kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku usaha mikro-kecil-menengah (UMKM).
Sebagai informasi, hingga saat ini Pemkot Surabaya telah menerbitkan 113.169 NIB bagi para pelaku UMKM di Kota Surabaya–di antaranya 65.070 NIB di sektor perdagangan, 24.561 NIB di sektor perindustrian, dan 23.538 NIB di sektor pariwisata.
“Kita memberikan motivasi kepada UMKM untuk mengurus NIB, sehingga berupaya melakukan inovasi untuk bekerja sama dengan stakeholder. Bahkan, Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menyampaikan bahwa Surabaya bisa dijadikan contoh,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Arif Rahman Hakim mengatakan, Kementerian Koperasi dan UKM RI berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya sebagai upaya peningkatan kapasitas SDM dan memanfaatkan akses pembiayaan.
“Jadi, kami bermitra, maka saya berharap koperasi bisa terus menatap peluang-peluang dengan bermitra. Supaya usahanya bisa menembus pasar yang lebih luas,” kata Arif Rahman Hakim.





