Aplikasi Awasi Boyo, Cara Pemkot Surabaya Pantau Permodalan dan Ketertiban Koperasi

Peluncuran aplikasi Awasi Boyo, yang berfungsi untuk mengawasi kesehatan koperasi di Surabaya. (Foto: Pemkot Surabaya)

Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-77, pihaknya mengajak mewujudkan koperasi sebagai suatu ekosistem untuk mengkonsolidasikan dan mengakselerasi para pelaku UMKM agar mereka bisa tumbuh dan lebih kuat dalam pelaksanaan usaha.

Alhamdulilah di tahun 2024, pertumbuhan ekonomi di Kota Surabaya sangat baik, di atas rata-rata nasional. Ini juga didukung oleh koperasi dan pelaku UMKM. Di Surabaya jumlahnya lebih dari 99 persen,” ungkapnya.

Ia berharap, melalui 40 persen anggaran APBD Kota Surabaya yang dialokasikan untuk koperasi dan pelaku UMKM lewat program padat karya, koperasi dan para pelaku UMKM dapat terus berinovasi agar bisa memperluas jangkauan pasar

Bacaan Lainnya

“Benar-benar sudah sudah diwujudkan, pelaku usaha bisa menikmati peluang yang disediakan oleh Pemkot Surabaya dan dipermudah dalam mendapatkan pasar di Surabaya. Perhatian Pemkot sangat besar,” jelasnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Dewi Soeriyawati menyampaikan, aplikasi Awasi Boyo merupakan aplikasi penilaian kesehatan koperasi, di mana aplikasi tersebut telah diintegrasikan dengan pelayanan aplikasi Online Data System (ODS) Koperasi.

“Aplikasi Awasi Boyo untuk pengawasan kita, yang link (terhubung) dengan pusat. Untuk pengawasannya, antara lain dari permodalan, ketertiban koperasi, dan banyak hal yang sudah dilakukan koperasi atau tidak. Itu adalah kriteria koperasi, apakah sehat atau tidak,” tukasnya.*

Pos terkait