JAKARTA—Proses perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga 2061 berjalan mulus. Presiden Joko Widodo alias Jokowi menjanjikan 80 persen keuntungan untuk PTFI mengalir ke Indonesia. Benarkah?
Saat melawat ke Amerika Serikat pada 13 November 2023, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Chairman & CEO Freeport McMoran Inc Richard C. Adkerson. Dalam pertemuan itu, Jokowi membahas perpanjangan izin tambang hingga penambahan saham Indonesia di Freeport.
“Saya senang mendengar pembahasan penambahan 10 persen saham Freeport di Indonesia dan perpanjangan izin tambang selama 20 tahun telah capai tahap akhir,” kata Jokowi, sebagaimana dilansir siaran pers Sekretariat Presiden, Selasa 14 November 2023 lalu.
Jokowi pun berharap agar hal itu dapat diselesaikan pada akhir November 2023.
Dua bulan lalu, tepatnya Kamis, 28 Maret 2024, Adkerson bersama Direktur Utama PTFI, Tony Wenas, bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara.
Dalam kesempatan itu, Tony menjelaskan kedatangan mereka untuk menyampaikan perkembangan pembangunan smelter di Gresik. Selain itu, Tony juga mengaku pertemuan tersebut membahas perpanjangan kontrak.
“Disinggung sedikit, tapi enggak bahas detail. Kan waktunya enggak panjang. Kan itu sudah dibahas sebelumnya,” kata Tony ketika itu.
Usai pertemuan tersebut, Jokowi mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25/2024 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara pada 30 Mei 2024.





