Lembaga Lajnah Daimah Arab Saudi: Memanggil Orang yang Sudah Berhaji dengan Sebutan “Pak Haji” dan “Bu Hajjah” Hukumnya Haram

Ilustrasi.
Sapaan ‘Pak Haji’ dan ‘Bu Hajjah’ menjadi ‘prestise’ sendiri bagi umat Muslim di Indonesia.  Namun, di tanah Arab, Lembaga Lajnah Daiman Arab Saudi ternyata malah mengharamkan penyematan gelar tersebut. Kok bisa?

Di Indonesia, sematan gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan yang diberikan kepada seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Makkah. Panggilan Pak Haji juga mencerminkan status sosial di masyarakat, di mana pemilik gelar dianggap memiliki kedudukan istimewa dan harus dihormati.

Panggilan Pak Haji sejatinya belum dikenal pada zaman Rasulullah Saw dan sahabat. Bahkan menurut seorang Syaikh yang bernama Dr. Bakr Abu Zaid, gelar haji pertama kali ditemukan di kitab Tarikh Ibnu Katsir. Dalam kitab sejarah itu ditulis pemberian gelar haji dimulai pada tahun 654H, di mana pada saat itu, di kota Makkah sedang terjadi pertikaian yang mengganggu keamanan sehingga bagi orang yang akan melaksanakan haji, perlu persiapan yang sangat ekstra sampai harus membawa persenjataan lengkap seperti hendak berangkat ke medan perang.

Sekembalinya dari ibadah haji di Tanah Sucii, mereka disambut dengan upacara kebesaran bagaikan menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang, dan dielu-elukan dengan sebutan “Ya Hajj, Ya Hajj”. Maka berawal dari situ, setiap orang yang pulang haji diberi gelar “Haji”.

Bacaan Lainnya

Sejarah juga mencatat, sesudah ibadah haji disyariatkan, Rasulullah hanya berhaji satu kali, yakni haji wada’. Hal ini menjadi dasar bahwa haji yang diwajibkan hanyalah satu kali seumur hidup. Riwayat juga menyebutkan bahwa semua Nabi dan Rasul pernah melaksanakan ibadah haji.

Demikian pula dengan para Sahabat, Tabiin, dan generasi sesudahnya, dikisahkan bahwa kebanyakan di antara mereka melaksanakan ibadah haji karena merupakan rukun Islam. Menarik untuk dikaji bahwa mereka para generasi Salaf, tidak pernah ada yang tercatat diberikan gelar “Haji”. Tidak ada panggilan “Haji” Muhammad SAW, “Haji” Abu Bakar RA, “Haji” Umar RA, “Haji” Utsman RA, tidak pula “Haji” Ali bin Abi Thalib KW.

Pos terkait