SEMARANG—Mantan Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan, urusan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dia menyerahkan sikap organisasi tersebut kepada ketua umumnya. Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai induk organisasi GP Ansor, kata Yaqut, harus berjalan sesuai khittah-nya, yaitu bersikap netral dalam Pemilu.
Yaqut menyampaikan pernyataan tersebut usai serah terima jabatan Ketua Umum GP Ansor dari dia kepada Ketum terpilih periode 2024-2029, Addin Jauharuddin, dalam Kongres GP Ansor XVI di Kota Semarang, Sabtu (3/2/2024).
“Kalau NU, ya harus netral. NU terikat dengan khittah. Tapi kalau Ansor, terserah ketua umumnya,” kata Yaqut, di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Sabtu (3/2/2024).
Menanggapi pernyataan Yaqut, Ketum GP Ansor yang baru, Addin, menyatakan akan mengikuti arahan PBNU dalam menentukan arah dukungan pada Pemilu 2024. “Soal Pilpres kita mengikuti induk kita, PBNU. Pokoknya PBNU mengarahkan apa, kita ikuti,” katanya.
Addin sendiri terpilih secara aklamasi dalam Kongres yang dihadiri utusan dari 34 pengurus wilayah dan 429 pengurus cabang, dengan total peserta 1.700 orang. Kongres tersebut diadakan di KM Kelud milik PT Pelni, yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.
Sebelumnya, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi menegaskan bahwa organisasinya tetap netral dalam Pemilu 2024. PBNU juga telah menonaktifkan pengurusnya yang tergabung dalam tim sukses paslon peserta Pilpres 2024.
“PBNU secara resmi bersikap netral dan tidak terlibat kontestasi pilpres. Dalam jajaran kepengurusan PBNU yang dinonaktifkan terdapat timses dari semua capres. Semua wajib cuti selama musim kampanye agar tidak melibatkan organisasi NU,” katanya.❍
FOTO: Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan pidato pada pembukaan Kongres XVI GP Ansor di Terminal Penumpang Kapal Pelni, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (2/2/2024). (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)





