Kandungan Gizi 25 Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Klaim

Menteri Pertanian Amran Sulaiman. (Instagram @a.amran_sulaiman)

Bapanas menemukan pelanggaran administrasi, kandungan gizi, dan mutu pada 25 merek beras fortifikasi. Seluruh produk telah ditarik.

Badan Pangan Nasional menemukan kandungan vitamin dan mineral dalam 25 merek beras fortifikasi tidak sesuai dengan klaim yang tercantum pada kemasan.

Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman mengatakan temuan itu diperoleh melalui pengawasan dan pengujian sampel di empat laboratorium. Hasil pemeriksaan diumumkan pada Sabtu, 19 September 2026.

“Berdasarkan hasil pengawasan dan uji laboratorium yang diampu Bapanas terdapat tiga jenis pelanggaran,” kata Amran.

Bacaan Lainnya

Tiga pelanggaran tersebut meliputi ketidaksesuaian administrasi, nilai gizi, dan mutu beras.

Dalam aspek administrasi, Bapanas menemukan izin edar yang tidak lagi berlaku. Ada pula perbedaan antara data dalam sertifikat izin edar dan informasi pada kemasan.

Sejumlah produsen juga dinilai mencantumkan klaim berlebihan pada label produk. Adapun pengujian kandungan menunjukkan vitamin dan mineral dalam seluruh sampel tidak sesuai dengan klaim pada kemasan.

Pemeriksaan dilakukan oleh Saraswanti Indo Genetech, Eurofins Angler Biochemlab, Laboratorium IPB Terpadu Bogor, serta Balai Riset dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian.

Amran mengatakan 25 merek tersebut telah ditarik dari peredaran. Pemerintah menyatakan beras premium lain yang masih beredar di pasar tetap dapat dikonsumsi sepanjang memenuhi ketentuan mutu dan perizinan.

Badan Perlindungan Konsumen Nasional menyatakan pelaku usaha bertanggung jawab atas produk yang tidak sesuai dengan informasi pada label. Konsumen yang dirugikan berhak meminta penggantian barang atau kompensasi sesuai ketentuan perlindungan konsumen.

Bapanas belum memerinci sanksi terhadap masing-masing produsen maupun jumlah produk yang telah beredar sebelum penarikan dilakukan.***

Pos terkait