Presiden Prancis Emmanuel Macron memberikan tanggapan yang lebih kuat, mengungkapkan “kemarahannya” atas serangan itu. “Operasi ini harus dihentikan. Tidak ada daerah aman di Rafah untuk warga sipil Palestina,” tulisnya di platform media sosial X.
Serangan Israel terjadi hanya beberapa hari setelah Mahkamah Internasional memerintahkan penghentian aksi militer di Rafah dan mengajukan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Netanyahu.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dalam sebuah pernyataan di media sosial X, juga menegaskan penolakan Kerajaan terhadap pelanggaran terang-terangan oleh pasukan pendudukan Israel terhadap semua hukum internasional dan kemanusiaan. Saudi juga meminta masyarakat internasional untuk segera campur tangan.
Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza benar-benar tidak dapat diterima. “Solusi dua negara untuk konflik Palestina-Israel tetap menjadi dasar bagi perdamaian dan keamanan permanen di wilayah tersebut,” kata Pangeran Faisal seperti dilansir Arab News, Selasa (28/5/2024).
Ia mencatat bahwa ada beberapa negara Eropa yang berencana untuk secara resmi mengakui Negara Palestina, mengikuti jejak Spanyol, Irlandia, dan Norwegia, dalam upaya untuk menerapkan solusi dua negara.
Yordania juga mengutuk keras “kejahatan perang yang sedang berlangsung yang dilakukan oleh pasukan pendudukan Israel di Gaza,” khususnya “insiden terbaru yang melibatkan pemboman sebuah kamp pengungsi di dekat markas UNRWA di Rafah barat”.
“Tindakan ini menentang putusan Mahkamah Internasional dan merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” kata sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Yordania.
Juru bicara kedutaan Sufian Qudah menggambarkan tindakan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta bertentangan dengan semua nilai kemanusiaan dan moral.
Tindakan-tindakan ini adalah kejahatan perang yang harus dihadapi masyarakat internasional, memastikan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab, katanya, seraya menyerukan tindakan internasional yang segera dan efektif untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas praktik dan pelanggarannya.
Qudah mendesak masyarakat internasional untuk “menghentikan pelanggaran terus-menerus Israel terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, untuk memastikan perlindungan warga sipil tak bersenjata di Gaza, dan untuk melindungi organisasi bantuan dan staf mereka, khususnya UNRWA.”
Turki juga menyatakan akan melakukan segala upaya untuk meminta pertanggungjawaban Israel atas serangan tersebut. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Senin (27/5/2024), “Kami akan melakukan segala kemungkinan untuk meminta pertanggungjawaban orang-orang barbar dan pembunuh ini yang tidak ada hubungannya dengan kemanusiaan.”♦





