Rutin Digelar Tiap Tahun, Anggaran Sidang Isbat Kemenag Tidak Transparan sejak 2020

Ilustrasi Menag Yaqut Cholil Qoumas berlatar belakang bulan sabit. (SF)

Kegiatan Sidang Isbat sendiri diketahui terdiri dari beberapa pos anggaran, antara lain biaya konsumsi dan transportasi panitia, undangan, dan narasumber. Ditambah lagi biaya untuk Tim Hisab dan Rukyah Kemenag, dan jamuan untuk para duta besar negara sahabat dan perwakilan ormas Islam. Sidang ini melibatkan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Tahun ini, Kemenag bakal menggelar pemantauan hilal atau rukyatulhilal awal Ramadhan dan Sidang Isbat penetapan awal Ramadhan 1445 H/2024 M pada Ahad, 10 Maret 2024, di Auditorium H.M. Rasjidi Kementerian Agama, Jakarta. Pemantauan hilal awal Ramadan 1445 H akan dilakukan di 134 titik di seluruh Indonesia.

Bacaan Lainnya

“Kami memutuskan akan menggelar rukyatulhilal di 134 lokasi di seluruh wilayah Indonesia,” terang Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais dan Binsyar) Kemenag, Adib Machrus, dalam Rapat Persiapan Penetapan Awal Ramadan di Jakarta, dikutip dari laman resmi Kemenag, Jumat (8/3/2024).

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengatakan kegiatan ini akan digelar secara hybrid, yakni daring dan luring.

“Sidang Isbat ini merupakan salah satu layanan keagamaan bagi masyarakat untuk mendapat kepastian mengenai pelaksanaan ibadah,” ujar Kamaruddin di Jakarta, Senin (4/3/2024).

Berapa Anggaran Sidang Isbat?

Lalu, berapa anggaran yang menurut Abdul Mu’ti dan Ma’mun Murod bisa dihemat jika Sidang Isbat ditiadakan?

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI era Menteri Lukman Hakim Saefuddin, Muhammadiyah Amin, pernah menjelaskan bahwa pada 2018, untuk isbat Syawal, Kemenag menganggarkan Rp78.880.000. “Biaya tersebut untuk transportasi peserta dan konsumsi,” ujarnya, dikutip dari Tempo.

Sementara itu, menurut rilis Kemenag yang dilansir oleh TIMES Indonesia dari Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag, total anggaran untuk selusuh Sidang Isbat tahun 2018 adalah Rp320 juta. Rinciannya, untuk Sidang Isbat awal Ramadhan Rp136 juta, awal Syawal sebesar Rp97 juta, dan awal Zulhijjah Rp87 juta.

Sedangkan anggaran sidang isbat tahun 2019 naik menjadi Rp510 juta untuk tiga kali sidang. Kenaikan anggaran ini berpedoman kepada peraturan Menteri Keuangan tentang standar biaya masukan.

Anggaran sebesar itu diperuntukkan untuk transport dan konsumsi peserta sidang yang berasal dari Ormas Islam, Akademisi, Pakar Ahli Hisab Rukyat, dan Pimpinan Pondok Pesantren. Sidang isbat juga dihadiri oleh para Duta Besar Negara Sahabat.

Di sisi lain, dari dalam Kemenag sendiri sempat muncul keterangan ‘agak laen’ terkait alokasi anggatan Sidang Isbat. Menurut Direktur Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag RI, Juraidi, anggaran Sidang Isbat pada 2017/2018 tidak lebih dari Rp105 juta.

Keterangan tersebut berbeda dari besaran yang dirilis Biro Humas, Data, dan Informasi Setjen Kemenag pada tahun 2018, yang menyebut anggaran Sidang Isbat untuk tahun tersebut sebesar Rp320 juta, bukan Rp105 juta.

“Anggarannya tidak lebih dari Rp150 juta saja, untuk transport dan konsumsi peserta sidang,” ujar Juraidi, yang pada tahun 2019 menjabat sebagai Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, dikutip dari Republika, 20 Maret 2019.

Setelah besaran anggaran Sidang Isbat sempat diumumkan, dan besarannya disebut berlainan—terutama untuk anggaran tahun 2017 dan 2018—selanjutnya anggaran seremoni ini tak pernah lagi diumumkan.

Di era Menteri Agama Fahrur Rozi, pada tahun 2020, Kemenag menggelar Sidang Isbat melalui video telekonferensi—karena saat itu sedang musim pandemi COVID-19. Tidak diketahui berapa besaran anggaran untuk Sidang Isbat ‘minimalis’ ini.

Pada tahun 2021, di era Menag Yaqut Cholil Qoumas, Kemenag menggelar Sidang Isbat secara daring dan luring pada Senin, 12 April 2021. Tahun itu masih pandemi.

Selanjutnya, pada tahun 2022, Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1443 Hijriah/2022 Masehi digelar secara luring di Auditorium H.M. Rasjidi Gedung Kemenag, Jakarta, pada Jumat, 1 April 2022.

Untuk tahun 2023, Kemenag juga menggelar sidang Isbat secara luring. Begitu juga dengan Sidang Isbat tahun ini, yang rencananya bakal digelar pada Ahad, 10 Maret 2024 secara luring.

Samudra Fakta mencoba menelusuri anggaran penyelenggaraan Sidang Isbat dari tahun 2020 – 2024. Namun, tidak ditemukan data atau pengumuman besaran anggaran, sebagaimana yang pernah disampaikan pada tahun 2019, yang menerangkan anggaran tahun 2017 dan 2018, namun angkanya berbeda-beda itu.◼︎

Pos terkait