Ilmuwan Temukan Badan Air Berusia 12 Miliar Tahun Mengambang di Ruang Angkasa

NASA/ESA/UNILAD

“Ini adalah bukti lain bahwa air tersebar di seluruh alam semesta, bahkan pada masa-masa paling awal,” lanjut Bradford. Quasar dianggap objek langit yang sangat besar dan memancarkan energi dalam jumlah besar. Gas dan debu yang jatuh ke dalam lubang hitam supermasif, yang berada di pusatnya, memancarkan radiasi elektromagnetik di seluruh spektrum elektromagnetik.

Kedua kelompok astronom tersebut mempelajari sebuah quasar bernama APM 08279+5255, yang memiliki lubang hitam 20 miliar kali lebih masif daripada matahari. Dia menghasilkan energi sebanyak seribu triliun matahari.

Tim Bradford berhasil mendapatkan lebih banyak informasi tentang air tersebut, terutama massanya yang luar biasa karena mereka mendeteksi beberapa tanda spektral air. Uap air tersebut tersebar di area yang luasnya ratusan tahun cahaya dengan suhu -53°C. Suhut tersebut relatif hangat untuk standar ruang angkasa.

Bacaan Lainnya

Sebelum penemuan ini, para astronom belum pernah menemukan uap air di alam semesta. Di tempat lain di Bima Sakti memang ada air, tapi sebagian besar air itu membeku dalam bentuk es.

 

Pos terkait