Dia menuturkan aksinya membuat gerah seseorang berpengaruh yang disebutnya sebagai ‘Jenderal Arab’. Pria berpengaruh ini ikut terjebak kemacetan karena ulahnya.
Jenderal Arab itu pun turun dari mobil lalu menghampiri dirinya, mencoba berdialog. Alam pun meminta bantuan jemaah yang bisa bahasa Arab untuk berbincang dengan Si Jenderal.
Alam berkukuh tak mau menyingkir dari jalan. Si Jenderal Arab akhirnya mengalah, meminta bus-bus kosong yang terjebak kemacetan membantu mengangkut jemaah Indonesia.
Alam girang bukan kepalang. Dia lalu meminta bantuan sebagian jemaah untuk mengatur lalu lintas pengangkutan. Lansia yang berkursi roda didahulukan, sementara yang muda-muda bakal diangkut belakangan.
Akhirnya, sekitar pukul 12.00 WAS, mayoritas jemaah haji Indonesia berhasil diangkut ke Mina. Bantuan dari PPIH juga mulai terasa. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief membuat pernyataan bahwa seluruh jemaah haji bisa dievakuasi dari Musdalifah pukul 13.30 WAS.
“Mati itu urusan Allah, tapi saya di sini melayani tamu-tamu Allah,” kata Alam soal aksinya.
Direktur Bina Haji Kementerian Agama, Arsyad Hidayat, sudah mendengar cerita soal aksi Alam. Namun dia mengatakan tak hanya Alam, sejumlah petugas haji lain juga punya dedikasi tinggi dalam mencari solusi di Muzdalifah.





