Viral Usai Diucapkan Rocky Gerung, Ini Sejarah Awal Kata “Bajingan”

Sementara itu, dalam konteks budaya, kata “bajingan” sendiri diperkirakan sudah muncul dan berkembang pertama kali di wilayah Jawa, terutama Jawa Tengah, sebelum era kekuasaan Sultan Agung.

Pada masa keemasannya, peran para “bajingan” sangat vital bagi kehidupan ekonomi masyarakat pedesaan Jawa, yang mayoritas adalah petani. Gerobak sapi pada masa itu merupakan satu-satunya transportasi yang berkembang. Gerobak ini sangat diperlukan karena mampu mengangkut beban yang lebih besar dibandingkan dengan pengangkutan manual oleh manusia perseorangan.

Bacaan Lainnya

Soal istilah “bajingan” sebagai “sais pedati” ini, menurut Aipda Latif Munir, salah seorang pendiri Paguyuban Gerobak Sapi Langgeng Sehati Bantul, kata tersebut diambil dari nama tokoh pencetus moda transportasi gerobak sapidi wilayah Jawa, yaitu Mbah Jingan.

Mbah Jingan digambarkan sebagai seorang tokoh yang memiliki keberanian tinggi dan terampil dalam berbagai pekerjaan. Mulai dari menjadi petani buruh, buruh pemanjat pohon kelapa, hingga menjadi pengendali gerobak sapi untuk mengangkut hasil panen pertanian.

Bermula dari Mbah Jingan, lama-lama orang orang-orang menyebutnya lebih singkat menjadi Ba Jingan.

“Awalnya orang-orang menyebut, ‘Mbah Jingane endi (Mbah Jingannya di mana)?’ Lama-kelamaan terdengar samar-samar menjadi, ‘Ba Jingane endi (Ba Jingannya di mana)?’ Lha, kata terakhir inilah yang kemudian berkembang sampai sekarang,” tutur Aipda Latif Munir, dikutip Sabtu, 5 Agustus 2023.

Nah, jika menilik sejarah kemunculan istilah ”bajingan”, sebagaimana diterangkan oleh Aipda Latif Munir, kembali, tentu makna kata “bajingan” yang dipahami kebanyakan orang saat ini tidak dilihat sebagai produk budaya. Padahal, jika para ahli bahasa, termasuk para penyusun KBBI menelusurinya, mungkin masyarakat bisa mengenal kata “bajingan” tak hanya sebagai makian tetapi juga produk sejarah.

Bajingan mungkin telah terancam punah sebagai sebuah profesi. Tetapi, istilah ini akan selalu ada dalam catatan sejarah, terutama dalam kehidupan masyarakat Jawa. Dan dalam konteks budaya, istilah “bajingan” membawa makna positif.

(Yadi)

Pos terkait