Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis hasil survei yang menunjukkan 65,4 persen responden puas terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sementara 32,5 persen tidak puas dan 2,1 persen tidak menjawab.
Survei tersebut diluncurkan pada Minggu (18/10) dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno memaparkan temuan itu secara virtual.
“Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini berada pada level yang cukup baik, yakni 65,4 persen,” demikian dikutip dari data survei PPI.
Rincian kepuasan terhadap pemerintah terdiri dari 6,8 persen sangat puas dan 58,6 persen puas. Di sisi lain, 25,7 persen menyatakan tidak puas dan 6,8 persen sangat tidak puas.
Program dan Alasan Kepuasan
PPI mencatat bantuan sosial (bansos) sebagai program yang paling banyak dinilai baik, dengan 15,9 persen responden menyebutnya. Diikuti Sekolah Rakyat sebesar 12,6 persen dan Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar 11,0 persen.
Alasan kepuasan yang paling menonjol adalah meningkatnya kuantitas bansos (16,7 persen), penegakan hukum terhadap koruptor (10,3 persen), implementasi Sekolah Rakyat (9,8 persen), dan penilaian bahwa MBG semakin baik (8,5 persen).
Sebaliknya, alasan ketidakpuasan terutama berkaitan dengan kondisi ekonomi yang sulit dan menurun (11,8 persen), bansos kurang tepat sasaran (11,4 persen), harga kebutuhan pokok mahal (10,4 persen), serta kurangnya perhatian terhadap rakyat kecil (6,7 persen).
Kepuasan terhadap Prabowo dan Gibran
Secara terpisah, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mencapai 65,2 persen, terdiri dari 62,3 persen puas dan 2,9 persen sangat puas. Kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berada di angka 49 persen.
“Hal ini menunjukkan bahwa untuk mampu mengembalikan level kepuasan hingga di atas 70 persen dibutuhkan peningkatan kinerja bersama,” demikian temuan PPI.
Berdasarkan sebaran wilayah, kepuasan terhadap Prabowo tertinggi tercatat di Kalimantan dan Sulawesi sebesar 81,3 persen, diikuti Bali, Nusa Tenggara, dan Indonesia Timur sebesar 70,9 persen. Kepuasan di luar Jawa mencapai 70,1 persen, sementara di Pulau Jawa 61,4 persen.
Metode Survei
Survei Nasional “Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran” dilakukan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026. PPI mewawancarai 1.200 responden secara tatap muka di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 kecamatan, dan 120 desa/kelurahan.
Responden berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Selain kepuasan kinerja, survei yang sama mencatat 67 persen responden optimistis pemerintah mampu menjalankan tugas dengan baik, sementara 24,4 persen tidak percaya.***





