Geliat Pilkades Semarang 2026: Suami Wabup hingga Ketua RW Maju

Ketua RW Lebak Hanifur Rofiq (kiri) dan suami Wakil Bupati Semarang Agus Pudjo Djatmiko (kanan) mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Lebak dan Rembes, Bringin, Kabupaten Semarang dalam Pilkades Serentak 2026. (Kolase istimewa) 

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Desember mendatang diwarnai majunya sejumlah kandidat dari beragam latar belakang, mulai dari suami wakil bupati, ketua komisi pemilihan umum, hingga aparat kepolisian.

Pendaftaran tahap pertama untuk kontestasi yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2026 ini telah ditutup pada pertengahan Oktober. Berdasarkan tahapan hingga Senin (19/10), sebanyak 140 desa dipastikan akan menggelar pemilihan secara serentak.

Salah satu figur yang menyita perhatian adalah Agus Pudjo Djatmiko, suami dari Wakil Bupati Semarang Nur Arifah. Agus mendaftarkan diri sebagai calon Kepala Desa Rembes, Kecamatan Bringin, seusai memasuki masa pensiun pada akhir September lalu setelah mengabdi selama 16 tahun.

“Motivasi saya ya melanjutkan perjuangan almarhum Bapak,” kata Agus pada akhir pekan lalu, merujuk pada sang ayah yang pernah menjabat sebagai kepala desa.

Bacaan Lainnya

Melanjutkan Program Istri dan Misi Antikorupsi

Selain meneruskan jejak keluarga, pencalonan Agus juga dilandasi keinginan untuk menuntaskan pekerjaan rumah istrinya yang belum usai semenjak terpilih sebagai wakil bupati. Agus berjanji memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

“Desa tentu punya rencana pembangunan, RPJMDes yang didasarkan pada musyawarah desa. Kita juga mengacu pada hal tersebut,” ujarnya.

Di desa tetangga, yakni Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Ketua RW setempat Hanifur Rofiq turut meramaikan bursa pencalonan. Pria berusia 55 tahun ini melangkah dengan membawa jargon pelayanan transparan dan perlawanan terhadap praktik korupsi.

“Insya Allah. Jika diamanahi memimpin Lebak, saya akan membangun desa lebih maju, transparan, dan berintegritas. Saya sudah punya modal pengalaman puluhan tahun,” tutur Rofiq pada Senin (19/10).

Magnet Pilkades Bagi Birokrat dan Aparat

Daya tarik kursi kepala desa rupanya tidak hanya menjangkau tokoh masyarakat dan kerabat pejabat di tingkat kabupaten. Penyelenggara pemilihan umum dan aparat keamanan dilaporkan turut mencoba peruntungan perpolitikan di tingkat desa.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Semarang, Bambang Setyono, diketahui mendaftar sebagai calon Kepala Desa Pabelan. Sementara itu, seorang anggota Kepolisian Sektor Sidomukti, Aiptu Amin Sutadi, turut mencalonkan diri dalam pemilihan di Desa Sraten.

Dari kalangan pendidik, seorang guru honorer bernama Arizka Priyantoro ikut mendaftar dan menawarkan misi digitalisasi birokrasi di Desa Susukan.

Mengantisipasi potensi gesekan dalam persaingan antarwarga di desa, Agus, yang kelak akan berhadapan dengan tiga kandidat lain, mengimbau agar kedamaian tetap diprioritaskan.

“Semua warga Rembes itu kan keluarga, jadi kita akan tetap rukun, damai, dan kondusif. Suasana juga anteng-anteng saja, jadi berjalan biasa saja,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan