Kepala BNPB Baru Temukan 44 Area Karhutla Sumsel, Desak Usut Pelaku

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi. (Samudrafakta)

Pemetaan BNPB yang diselaraskan dengan data ATR/BPN mengungkap 44 area konversi hutan dan perkebunan di Sumatera Selatan terbakar. Sebagian besar titik api berada di perbatasan izin, mengindikasikan dugaan pembukaan lahan.

Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menemukan 44 area terbakar saat memimpin rapat koordinasi darurat di Palembang, Minggu, 18 Oktober 2026. Area meliputi sawit, HTI, KPH, dan hutan lindung.

Temuan di Perbatasan Izin Konversi

Pemetaan spasial BNPB yang diselaraskan dengan data ATR/BPN menunjukkan sebagian besar titik api berada di perbatasan area izin konversi. Kondisi itu mengindikasikan dugaan pembukaan atau perluasan lahan.

Kristomei menegaskan penanganan tidak cukup hanya dengan personel dan alat pemadaman. Koordinasi lintas sektor serta penegakan hukum diperlukan untuk mencegah kebakaran berulang.

Bacaan Lainnya

Desakan Usut Pelaku Pembakaran

“Percuma juga kita kerja keras selama ini, kalau pemadaman enggak sinkron. Satu orang berusaha memadamkan, satu orang bakar, kan kambuh,” kata Kristomei dalam rapat yang dihadiri Gubernur Herman Deru dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dikutip dari keterangan BNPB.

BNPB mendorong aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaku, baik perorangan maupun korporasi. Penegakan hukum dinilai krusial agar upaya pemadaman tidak sia-sia.

Kunjungan Perdana dan Peninjauan Lapangan

Kunjungan ke Sumsel menjadi agenda operasional pertama Kristomei setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 15 Oktober 2026. Ia bergerak setelah menerima arahan untuk menangani karhutla secepat mungkin.

Usai rapat, Kristomei bersama Kepala BMKG meninjau titik api dari udara menggunakan helikopter di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Peninjauan juga dilakukan melalui jalur darat di kawasan Talang Jambi.

Kondisi Pemadaman di Lapangan

Pemadaman masih berlangsung di beberapa titik. Di Banyuasin, satu lokasi mencapai 309 hektare yang sudah terbakar 49 hari, dengan 99 hektare berhasil dipadamkan, menurut Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto.

Titik lain di SM Padang Sugihan seluas 112,5 hektare masih aktif. Sebelumnya, BNPB menyemai 2,4 ton dry ice di Palembang untuk menekan asap yang mengganggu penerbangan.

Latar Belakang dan Prioritas Baru

Kristomei menggantikan Suharyanto di tengah karhutla dan kasus dugaan korupsi dana siap pakai di BNPB. Ia menargetkan respons bencana dihitung dalam menit dan akan mengkonsolidasi data luas kebakaran dengan SiPongi serta pantauan NASA.

Hingga kini, asap masih berdampak ke wilayah tetangga. BNPB menegaskan bantuan pusat akan disesuaikan dengan kebutuhan daerah agar penanganan lebih efektif.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan