“Pemerintah membutuhkan dukungan yang konstruktif, sekaligus masukan dan pengawasan. Semua itu merupakan bagian dari kehidupan demokrasi,” ujarnya.
Sekretaris Jenderal Partai Golkar M. Sarmuji mengatakan pertemuan tersebut tidak mempunyai agenda politik khusus. Pembicaraan dibingkai sebagai refleksi menjelang peringatan kemerdekaan.
“Silaturahmi saja. Refleksi menjelang 17 Agustus, memastikan langkah pembangunan mendekati cita-cita kemerdekaan,” kata Sarmuji.
Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid menyebut forum itu menjadi ruang untuk membahas perkembangan terkini dan bertukar gagasan agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan masyarakat.
Hingga pertemuan berakhir, para peserta belum mengumumkan pembahasan mengenai rancangan undang-undang, evaluasi program tertentu, ataupun sikap politik menjelang Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat pada Jumat, 14 Agustus 2026.
“Kita ingin menjaga agar komunikasi politik tetap terbuka dan suasana kebangsaan tetap sejuk,” kata Sugiono.***





