Salah satu member Pluang Plus, Millennial Working Mom Wida Sulistomo yang sudah melek investasi sejak awal berkarir berbagi pengalamannya tentang prioritas perencanaan keuangannya dalam mengelola bonus tahunan.
“Saya membagi prioritas alokasi dana yang bisa ditempatkan untuk investasi jangka panjang, seperti dana pendidikan anak. Setidaknya 30-40% dari dana bonus tahunan saya sisihkan untuk keperluan ini. Sebagai investor dengan profil risiko menengah, Reksa Dana Pendapatan
Tetap menjadi pilihan investasi saya. Tentunya, diversifikasi aset tetap diperlukan. Meskipun berinvestasi di berbagai jenis aset di Pluang seperti Emas dan Saham AS, saya merasa pengalaman investasi menjadi sangat mudah dan tidak repot untuk ibu rumah tangga seperti saya,” tuturnya.
3. Tetapkan Strategi Investasi yang Optimal
Besarnya nominal bonus tahunan membuat banyak orang tergiur, baik untuk dibelanjakan maupun untuk diinvestasikan demi keuntungan yang lebih banyak.
“Besar alokasi bonus tahunan itu tidak terlalu penting. Mau itu 30% atau sampai 70%, calon investor harus memastikan legalitas platform investasi tersebut dan tidak tergiur oleh iming-iming imbal balik yang tidak realistis. Apabila satu aspek ini telah dipenuhi, investor tinggal memilih strategi yang cocok untuk tujuan keuangannya,” jelas Jonathan.
4. Pilih Platform Investasi yang Aman dan Terpercaya
Khusus untuk berinvestasi, Jonathan End mengingatkan pentingnya memeriksa legalitas platform investasi. Legalitas jadi aspek penentu suksesnya investasi karena investor harus memastikan apakah platform tersebut dipercaya oleh pihak yang berwenang untuk bisa memberikan imbal balik investasi kita.
Jadi jangan dulu asal percaya kalau diiming-imingi keuntungan dalam jumlah besar.





