Tim Ahli Cagar Budaya Jombang Siap Adu Data dengan Surabaya Terkait Kelahiran Bung Karno di Ploso

Dokumentasi Presiden Sukarno ketika mengadakan konferensi pers di Roma, Italia, Juni 1956. (Popperfoto)
JOMBANG — Seminar Kebangsaan bertajuk “Benarkah Sang Proklamator Lahir di Ploso” memunculkan beberapa temuan penting yang akan segera ditindaklanjuti. Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang, yang telah mengumpulkan sejumlah data terkait tempat dan tahun kelahiran Sukarno, siap membawa temuan ini ke forum diskusi lebih lanjut.

“Kami siap untuk focus group discusion dengan data dari Surabaya,” ujar Arif Yulianto, anggota TACB, dalam seminar yang digelar di Pesantren Majma’al Bachroin Hubbul Wathan Minal Iman, Ploso, Jombang, Senin, (26/8/2024).

Seminar yang dihadiri sekitar 150 peserta ini menghadirkan dua narasumber utama: Arif Yulianto dan Ketua Harian Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno Kediri, RM Kushartono. Dalam presentasinya, Arif menjelaskan bagaimana Jombang telah lama menjadi pusat lahirnya tokoh-tokoh nasional sejak zaman kerajaan hingga pergerakan kemerdekaan, termasuk K.H. Hasyim Asy’ari, K.H. Wahid Hasyim, dan K.H. Abdul Wahab Hasbullah.

“Perang 10 November 1945 yang legendaris di Surabaya, sejatinya dirancang dari Jombang,” kata Arif, yang juga dikenal sebagai wartawan senior Harian Bhirawa.

Bacaan Lainnya
RM Kushartono, Ketua Harian Situs Bung Karno Kediri saat memaparkan fakta-fakta kuat tempat tahun kelahiran Bung Karno di Ploso, Jombang. (Samudra Fakta)

Hingga saat ini, Sukarno diakui lahir di Surabaya, tepatnya di Pandean Peneleh, Gang IV No. 40, pada 1 Juni 1901. Namun, Arif mengungkapkan bahwa TACB Jombang menemukan sejumlah bukti kuat yang menunjukkan bahwa Sukarno lahir di Gang Buntu, Ploso, Jombang. Penelusuran akademis TACB telah menghasilkan data literasi yang mendukung klaim ini, dan sebagian besar data sudah terkonfirmasi.

“Bila kelahiran Sukarno diakui di Ploso, Jombang, maka daftar tokoh besar dari Jombang akan semakin lengkap, dari Gus Dur, K.H. Abdul Wahab Hasbullah, hingga Sukarno,” ujar Arif.

Komunitas Titik Nol Sukarno di Ploso yakin bahwa Proklamator RI ini memang lahir di kampung mereka. Keyakinan ini diperkuat oleh cerita turun-temurun yang kini semakin terbuka untuk umum. Fakta-fakta lisan dari berbagai pihak yang selama ini tersembunyi mulai bermunculan, menyambungkan potongan-potongan sejarah yang ada.

Pos terkait