Tersinggung Sindiran Merz soal Iran, Trump Ancam Tarik Pasukan AS dari Jerman

Kanselir Jerman Friedrich Merz dan Presiden AS Donald Trump. - NATO/dpa

​Merz menyoroti betapa sia-sianya delegasi AS yang terbang ke Islamabad namun akhirnya pulang dengan tangan kosong.

​“Jelas bahwa Iran sangat terampil dalam bernegosiasi, atau lebih tepatnya sangat terampil dalam tak bernegosiasi,” sentil Merz.

​Imbas Penutupan Selat Hormuz bagi Eropa

​Kritik Merz mencerminkan rasa frustrasi negara-negara Eropa yang menanggung dampak ekonomi terberat. Krisis ini memuncak ketika Iran menutup jalur perdagangan vital Selat Hormuz. Langkah blokade ini Iran ambil sebagai balasan setelah AS dan Israel melancarkan serangan sepihak ke wilayahnya pada 28 Februari 2026 lalu.

Bacaan Lainnya

​Menanggapi sindiran tersebut, Trump membatalkan keberangkatan negosiator AS ke Islamabad pada akhir pekan lalu. Ia bahkan balik menyerang Merz dengan menuduhnya abai terhadap ancaman nyata jika Iran berhasil mengembangkan senjata nuklir.

​“Ia tak tahu apa yang dibicarakannya,” cibir Trump terkait pernyataan Merz.

​Bayang-bayang Perpecahan NATO 

​Meskipun Merz sempat berusaha meredakan situasi pada Rabu (29/4/2026) pagi dengan mengklaim hubungannya dengan Trump tetap terjalin baik, pernyataan Trump kadung memicu kepanikan. Ancaman penarikan pasukan AS ini membuat Jerman dan seluruh Eropa khawatir.

​Manuver saling serang ini terjadi tepat di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan sekutu tradisionalnya di Eropa. Jika Trump benar-benar merealisasikan ancamannya dan bahkan berlanjut menarik AS keluar dari NATO, arsitektur keamanan Eropa akan menghadapi ujian paling kritis dalam sejarah modern.***

Pos terkait