WASHINGTON—Politisi dari Partai Demokrat, Joe Biden secara terbuka menyatakan mengundurkan diri dari kontestasi politik tertinggi di Amerika Serikat (AS) yakni pemilihan umum presiden (pilpres). Dia tercatat sebagai calon presiden (capres) ke-4 yang mengundurkan diri dari kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) AS.
Biden mundur karena menyerah pada tekanan tanpa henti dari sekutu terdekatnya di Partai Demokrat, yang terus mendesak sosok berumur 81 tahun tersebut untuk mundur dari pencalonan. Biden didesak mundur lantaran dia terlalu tua dan lemah untuk bisa mengalahkan mantan Presiden Donald J. Trump yang diusung Partai Republik. Dalam bahasa sederhana, kemampuan kognitif Biden dikhawatirkan oleh sejawatnya sendiri di Demokrat.
Dalam unggahan di media sosial, Biden menyebut Wakil Presiden Kamala Harris sebagai “mitra yang luar biasa,” dan dia menyatakan mendukung Harris untuk menggantikan posisinya sebagai capres.
Kemunduran kandidat Presiden AS seperti yang dilakukan Biden ternyata bukan pertama kalinya terjadi di Negeri Paman Sam. Sebagaimana dilansir New York Post, setidaknya ada tiga kandidat Presiden AS yang juga pernah mengundurkan diri dari kontestasi politik tertinggi di Amerika Serikat sebelum Biden.
Pada 1968, Lyndon B. Johnson, yang juga merupakan perwakilan dari Partai Demokrat dan petahana layaknya Biden saat ini, mundur dari perlombaan. Langkah itu disebut mengguncang Partai Demokrat.
Menurut sejarawan Amerika, mundurnya Johnson itu membantu melapangkan jalan Richard Nixon, kandidat Partai Republik, untuk melenggang ke Gedung Putih.
Keputusan Johnson muncul pada 31 Maret 1968, atau sekitar 295 hari sebelum malam pemilihan. Keputusan tersebut muncul bukan tanpa alasan. Ketika itu terjadi penurunan angka persetujuan yang signifikan atas penanganan Johnson terhadap Perang Vietnam—kendati ia berhasil dalam beberapa kebijakan, seperti Undang-Undang Hak Sipil tahun 1964, Undang-Undang Hak Pilih tahun 1965, serta pembentukan program Medicare dan Medicaid.
Sebelum Johnson, pada tahun 1952, mantan Presiden Harry Truman—yang juga diusung Partai Demokrat—juga memutuskan keluar dari perlombaan, sekitar 297 hari sebelum pemilihan. Sementara Calvin Coolidge, kandidat Partai Republik, mundur dari kontestasi sekitar 580 hari sebelum pemilihan, pada tahun 1924.
Kendati demikian, tidak satu pun dari presiden-presiden yang mundur sebelum Biden tersebut menghadapi “kekhawatiran serius” tentang kemampuan kognitif mereka untuk melaksanakan tugas-tugas kepresidenan.*





