Trump Sepelekan Kamala Harris, Katanya Lebih Mudah Dikalahkan Ketimbang Biden

Presiden AS ke-45 Donald Trump menunda penetapan tarif kecuali kepada Tiongkok . Foto: Reuters
WASHINGTON—Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump, mengklaim bakal menang lebih mudah jika yang menjadi lawannya adalah Kamala Harris, Calon Presiden AS dari Partai Demokrat. Trump menyebut melawan Joe Biden itu lebih berat.

Trump bilang begitu setelah Joe Biden—petahana sekaligus kandidat Calon Presiden AS dari Partai Demokrat—memutuskan mundur dari pencalonan periode mendatang, dan menyerahkan pencalonan kepada Kamala Harris.

“Harris akan menjadi yang lebih mudah untuk dilawan dibandingkan Joe Biden,” kata Trump dalam wawancaranya di CNN, yang kemudian dikutip Reuters, Senin (22/7/2024).

Trump mengaku sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk menghadapi Kamala. Pria yang juga pernah menjadi Presiden ke-45 AS itu mengaku merancang dua isu untuk melawan Kamala Harris, yaitu imigran dan biaya hidup.

Bacaan Lainnya

Kamala Harris sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2024, menggantikan Joe Biden yang mundur dari pencalonan. Kamala mengucapkan terima kasih atas kesediaan Biden menawarkan kursi pencalonan pemilu mendatang kepadanya.

“Atas nama masyarakat Amerika, saya berterima kasih kepada Joe Biden yang telah menjadi Presiden Amerika Serikat dan pengabdiannya untuk negara kita,” kata Kamala, dalam unggahannya di X, Senin (22/7/2024).

Kamala Harris berjanji akan memenangkan kontestasi yang harus diawali dari proses konvensi di internal Partai Demokrat tersebut.

“Saya merasa terhormat mendapat dukungan presiden dan saya memiliki tujuan untuk memenangkan proses pencalonan ini,” kata dia.

Kamala Harris juga berjanji akan menyatukan seluruh elemen dalam proses Pilpres kali ini untuk mengalahkan Donald Trump. Menurut Kamala, Donald Trump memiliki visi dan misi yang ekstrem untuk dijalankan di 2025 mendatang.

“Saya akan melakukan segala hal dengan seluruh kekuatan untuk menyatukan Partai Demokrat dan menyatukan seluruh masyarakat untuk mengalahkan Donald Trump dengan agenda ekstremnya di 2025,” kata Kamala Harris.

Majunya Kamala Harris dalam kontestasi Pilpres di Amerika Serikat menjadi catatan sejarah sebagai wanita kulit hitam dan dari keturunan Asia-Amerika pertama yang maju sebagai calon presiden.*

Pos terkait