Tekan Kecelakaan Laut, Profesor ITS Kembangkan Inovasi Manajemen Risiko Maritim

Profesor ITS
Prof Ir Silvianita ST MSc PhD ketika melakukan pengambilan data di lokasi penelitian di atas kapal laut. - Humas ITS

Menariknya, kedua metodologi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai alat analisis risiko, tetapi juga menjadi kerangka pengambilan keputusan yang lebih terukur. Melalui pendekatan ini, alumnus sarjana ITS ini menekankan bahwa proses pengelolaan infrastruktur maritim dapat dilakukan secara lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan.

Silvianita mengatakan bahwa pengelolaan risiko tidak boleh dipandang sebagai sekadar dokumen administratif. Menurut perempuan kelahiran Surabaya tersebut, manajemen risiko harus menjadi bagian penting dalam strategi organisasi agar setiap keputusan yang diambil mampu meningkatkan keselamatan, keandalan, dan keberlanjutan infrastruktur maritim.

Pada praktiknya, Silvianita menerapkan metode tersebut pada proses pemindahan anjungan lepas pantai ke kapal pengangkut (loadout), yang merupakan salah satu tahapan dengan tingkat risiko tinggi. Hasilnya, sistem mampu mengidentifikasi sejumlah risiko prioritas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan kerja.

Bacaan Lainnya

Melalui MIVTA dan MIRBA, proses identifikasi, evaluasi, dan mitigasi risiko dapat dilakukan secara lebih terukur. Dengan demikian, potensi kecelakaan kerja maupun kegagalan operasional dapat ditekan sejak tahap perencanaan.

Silvianita berharap MIVTA dan MIRBA dapat diadopsi luas oleh industri migas dan maritim nasional sehingga evaluasi risiko proyek dapat lebih terstruktur. “Manajemen risiko bukan hanya tentang menghindari kecelakaan, tetapi memastikan setiap keputusan menghasilkan operasi yang lebih aman dan berkelanjutan,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan