KPK mencabut status cekal bos Maktour Fuad Hasan Masyhur dalam skandal korupsi kuota haji. Keputusan ini menuai kritik dari eks penyidik KPK Praswad Nugraha.
Tag: Korupsi Haji 2024
Prabowo Tegas: “No More Untouchable!” Tapi Kasus Korupsi Kuota Haji Masih Mandek di KPK
Kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2024 mandek di KPK. DPR desak segera diumumkan tersangka, sementara Presiden Prabowo menegaskan tak ada kasus korupsi yang boleh tak tersentuh.
Dugaan Korupsi Kuota Haji: Eks Ketua Amphuri Joko Asmoro Ngaku Tak Kenal Eks Menag Yaqut
“Saya tidak kenal dengan Pak Menteri (Yaqut). Kan bukan era saya. Saya kan sudah era lama,” ujarnya.
Kakanwil Kemenag Jateng Dicecar Soal Diskresi Eks Menag Yaqut yang Bikin Kuota Haji Reguler Berkurang
Penyidik mendalami sejauh mana Saiful memahami mekanisme pembagian kuota haji tambahan tersebut.
KPK Ungkap Travel Ilegal Ikut Jual Kuota Haji Khusus, Tersangka Masih “Menunggu Waktu”
Modus jual-beli kuota antara biro resmi dan nonresmi menjadi salah satu fokus utama penyidikan.
KPK Buru ‘Juru Simpan’ Uang Korupsi Kuota Haji, 400 Travel Diduga Terlibat
Dengan diketahuinya “juru simpan”, itu bakal sangat memudahkan proses pelacakan aset yang diduga didapat dari hasil korupsi kuota haji.
Eks Penyidik KPK Ungkap Modus Korupsi Kuota Haji Tambah Canggih: Dari Fasilitas Keluarga hingga Janji Jabatan
Kewenangan menteri dalam bentuk diskresi dinilai turut memperbesar risiko korupsi.
Siapakah Ibnu Masud, Bos PT Muhibbah Mulia Wisata, ‘Upliner’ Khalid Basalamah dalam Kasus Jual Beli Kuota Haji?
PT Muhibbah memiliki izin resmi Kemenag. Namun setelah nama Ibnu Mas’ud disebut Khalid, laman resmi muhibbahtour.com tidak bisa diakses.
Aktivis NABRAK: Jangan Campuradukkan NU dengan PBNU, Mari Tetap Cintai NU
Ia juga meminta warganet bersikap adil. Ia mengingatkan, hingga kini belum ada tersangka yang ditetapkan KPK.
PBNU Bantah Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji, Siap Kooperatif dengan KPK
Ketua Bidang Keagamaan PBNU, Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur, mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan internal. Hasilnya, kata dia, tak ditemukan indikasi dana mencurigakan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









