Syekh Musa, Ulama Tasawuf yang Pertama Kali Membuat dan Mengibarkan Bendera Merah-Putih

KH. Ahmad Basyari atau Syekh Musa, pendiri Pondok Pesantren Al-Basyariyah, Sukanegara, Cianjur, Jawa Barat. Ulama tasawuf yang pertama kali membuat dan mengibarkan Bendera Merah-Putih. (Istimewa)
Pemberi Suaka untuk Sukarno dan Keluarganya di Awal Kemerdekaan

Di awal-awal kemerdekaan Indonesia, Belanda dan sekutunya yang belum mengakui kemerdekaan Indonesia terus melancarkan teror kepada Presiden Sukarno. Situasi tersebut sempat membuat Sukarno cemas.

Dalam otobiografinya yang disusun oleh Cindy Adams, Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Sukarno menyebut bahwa suasana Jakarta kala itu bahaya untuknya. Pergerakannya terus dipantau spionase musuh. Kawan-kawan Sukarno bahkan berpikir ada kemungkinan Bung Karno akan meringkuk lagi di penjara selama belasan tahun.

“Orang-orang Inggris berusaha berkali-kali menangkapku. Dengan demikian, mereka bisa memaksaku untuk diadili sebagai penjahat perang. Dan Belanda berusaha berkali-kali langsung membunuhku,” kata Sukarno, sebagaimana dikutip dalam buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia.

Bacaan Lainnya

Tidak kuat dengan teror itu, Sukarno memutuskan mengungsi ke luar kota yang jauh dari Jakarta. Dia dan keluarganya pun, sebagaimana ditulis Cindy Adams, menghindar ke rumah seorang “ahli kebatinan” yang dikenal baik dan dipercaya oleh Sukarno. Namun, dalam otobiografi besutan Cindy itu, Sukarno tak menyebut dengan jelas nama tempat tersebut dan siapa pemiliknya.

Nama dan tempat ‘pengungsian’ Sukarno dan keluarganya itu diungkap oleh Hasjim Ning—keponakan Moh. Hatta sekaligus seorang pengusaha yang dekat dengan Sukarno—dalam buku Otobiografi Hasjim Ning: Pasang Surut Pengusaha Pejuang (1986 yang ditulis oleh A.A. Navis.

Pada suatu hari di awal Oktober 1945, sebagaimana Hasjim mengisahkan dalam buku tersebut, dia mendapat telepon dari Bupati Cianjur Mohammad Jasin. Hasjim diminta agar datang seorang diri secepatnya ke pendopo kabupaten, untuk ikut menemui Menteri Dalam Negeri A.A. Wiranatakusumah.

Hasjim Ning, pengusaha yang dekat dengan Presiden Sukarno. (Istimewa)

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Wiranatakusumah menyampaikan situasi Jakarta yang tidak menentu. Banyak desas-desus yang sulit dilacak kebenarannya, termasuk rumor yang mengatakan bahwa pihak Sekutu akan menangkap Presiden Sukarno sebagai penjahat perang.

Mempertimbangkan situasi itu, rapat kabinet pun memutuskan agar Bung Karno diungsingkan untuk sementara waktu, hingga Kabinet mendapat kepastian soal status Sukarno sebenarnya dari pihak Sekutu secara langsung. Maka, dipilihlah Cianjur sebagai tempat pengungsian.

Bung Karno dan keluarganya akan dititipkan di Pesantren Al-Basyariah, di Kampung Cikiruh, Sukanagara, yang berjarak 46 kilometer dari Cianjur. Pesantren yang diasuh oleh Syekh Musa atau Kiai Ahmad Basyari—ulama yang sudah tak asing lagi bagi Sukarno.

Pada suatu hari selepas Magrib, Bung Karno, Fatmawati, dan putra sulung mereka, Guntur, diantara langsung oleh Hasjim ke Pesantren Al-Basyariah. Mereka ditempatkan di suatu rumah tersendiri, dijaga seorang sopir sekaligus anggota Polisi Istimewa yang menjadi pengawal Bung Karno, Muntoyo.

“Sebelum saya kembali ke Cianjur, saya serahkan sepucuk senapan mesin ringan kepada Muntoyo, sekaligus secara kilat mengajarkan penggunaannya,” ujar Hasjim.

Hasjim juga memberikan sejumlah uang kepada Syekh Musa untuk bekal hidup Bung Karno dan keluarganya selama di Sukanagara. Namun, Syekh Musa menolaknya. Hasjim berkukuh tetap memberikan uang itu melalui istri Sang Syekh.

Setelah beberapa hari Bung Karno dan keluarganya tinggal di Sukanagara, Hasjim ditelepon oleh pamannya, Wakil Presiden Mohammad Hatta. Hatta berpesan kepada Hasjim agar segera membawa Sukarno sekeluarga ke Istana Bogor.

Maka diboyonglah Sukarno sekeluarga ke Istana Bogor. Di sana Presiden Sukarno lantas melakukan diskusi dengan Hatta dan dua utusan Sutan Sjahrir.

Syekh Musa atau KH. Ahmad Basyari wafat tahun 1953. Bendera pusaka bikinannya diwariskan secara turun temurun hingga saat ini.*

Pos terkait