Surat Koramil Minta Bingkisan Lebaran Viral di Medsos X

Tangkapan layar foto surat dari Koramil minta bantuan bingkisan lebaran. Foto:@NenkMonica
Sebuah surat permohonan bantuan bingkisan Lebaran dari Komando Rayon Militer (Koramil) 415-13/Sebapo mendadak viral di media sosial. Surat yang ditandatangani oleh Komandan Koramil, Rauf Ali Alfansuri, itu beredar luas setelah diunggah oleh akun X @NenkMonica pada 21 Maret 2025.

“Jika ini benar, sungguh sangat kampungan dan memalukan. Yang Lebaran siapa, yang pening siapa?” tulis akun tersebut dalam unggahannya. Hingga kini, unggahan itu telah dilihat lebih dari dua juta kali dan menuai ribuan komentar dari warganet.

Surat dengan nomor B/05/III/2025 itu ditujukan kepada Pimpinan SPBU Sebapo, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. Dalam surat itu, Koramil 415-13/Sebapo mengajukan permohonan bingkisan untuk 54 anggotanya dengan dalih “meningkatkan kerja sama” dalam rangka perayaan Idul Fitri 1446 H. Meski menggunakan kop resmi dan dibubuhi tanda tangan serta stempel, isi surat itu dinilai kurang formal dan dianggap tidak pantas oleh banyak pihak.

Tangkapan Layar X.

Unggahan ini memicu reaksi beragam dari warganet. Akun @Daeng_LeoMks, misalnya, menuliskan, “Hihihi, bangun usaha dari nol pakai modal sendiri, harus ngurus dokumen yang ribet dengan menguras tenaga dan isi dompet. Giliran usaha sudah jalan, malah kiri kanan dipepet peminta-minta yang digaji negara. Padahal zakat, infak, dan sedekah sudah disalurkan ke pihak yang berhak.”

Bacaan Lainnya

Sementara itu, akun @PutraJamparing menambahkan bahwa praktik seperti ini bukan hal baru. “Surat sakti begini banyak ke tempat gue: pas tahun baru buat jaga posko Nataru, posko Lebaran, 17 Agustusan, sampai ulang tahun lembaganya,” tulisnya.

Tak hanya terkait institusi militer, beberapa warganet juga mengaitkannya dengan pengalaman serupa di lingkungan mereka. Akun @FitriR menulis, “Di tempatku kayak gini ada delapan surat dari remaja lingkungan minta sumbangan buat ogoh-ogoh, mabok, dan makan-makan pas malam sebelum Nyepi. Padahal aku Muslim. Kadang mikir, ngapain aku nyumbang buat ogoh-ogoh yang nggak berkontribusi buat hidupku? Mending infak ke masjid.”

Pos terkait