Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi membangun Rusunami khusus Gen Z berfasilitas lift dengan harga mulai Rp100 juta di Tambak Wedi dan Rungkut.
Pemerintah Kota Surabaya memberikan angin segar bagi anak muda yang bermimpi memiliki hunian sendiri. Wali Kota Eri Cahyadi berencana membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) khusus bagi Generasi Z di Kota Pahlawan.
Dua lokasi strategis telah disiapkan, yakni di kawasan Tambak Wedi dan Rungkut. Proyek hunian vertikal ini menyasar Gen Z yang baru membina rumah tangga, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN) muda ber-KTP Surabaya.
Eri memberikan bocoran bahwa desain rusunami ini akan berbeda dengan bangunan serupa sebelumnya. Jika unit lama biasanya hanya memiliki satu kamar, hunian baru ini dirancang minimalis namun fungsional dengan dua kamar tidur.
“Rusunami ini unitnya ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak,” ujar Eri, Sabtu (4/4/2026). Ia ingin memastikan hunian ini layak bagi keluarga kecil di masa depan.
Hunian Mewah Berfasilitas Lift
Tak tanggung-tanggung, rusunami ini bakal dilengkapi fasilitas lift layaknya apartemen mewah. Meski fasilitasnya mentereng, harganya dipastikan jauh lebih terjangkau dibandingkan hunian vertikal komersial lainnya.
Estimasi harga yang ditawarkan berada di bawah angka Rp500 juta. Eri menyebut kisarannya bisa menyentuh Rp100 juta hingga Rp200 juta per unit. Saat ini, tim teknis masih melakukan penghitungan mendalam terkait skema biaya.
“Kalau diperlukan, nanti kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” ungkap Eri. Penggunaan aset daerah diharapkan mampu memangkas harga jual secara signifikan bagi warga.
Strategi Ubah Nasib Keluarga
Populasi Gen Z di Surabaya diprediksi akan mendominasi hingga 80 persen pada tahun 2029 mendatang. Eri melihat ketersediaan hunian layak menjadi kunci penting dalam mengubah taraf hidup warga, terutama dari keluarga miskin.
Eri yang juga menjabat Ketua APEKSI ini berharap anak-anak dari keluarga miskin bisa mandiri setelah bekerja. Membeli rusunami menjadi langkah nyata untuk mengubah nasib dan meningkatkan derajat keluarga mereka.
Namun, syarat utamanya adalah warga asli Surabaya yang termasuk kategori kurang mampu dan belum memiliki rumah. Tim Pemkot akan melakukan verifikasi ketat untuk memastikan program ini tepat sasaran.
“Nanti kita cek, dia warga kurang mampu atau tidak. Apakah dia Gen Z yang baru menikah?” tandas Eri. Langkah ini diambil agar subsidi hunian benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan tempat berteduh permanen.***





