Belakangan ini beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kota Surabaya, sedang mengalami peralihan musim menuju kemarau. Salah satu tandanya adalah suhu udara yang menjadi dingin pada malam hingga pagi hari.
__________
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda, Shanas Prayuda mengatakan bahwa fenomena suhu panas dingin saat peralihan musim ini dikenal masyarakat di Jawa Timur dengan istilah “bediding”.
“Fenomena bediding ini memang biasanya terjadi pada bulan Juli hingga Agustus. Dan lazim terjadi pada musim kemarau,” tutur Shanas di Surabaya, Kamis (10/7).
Ia menyampaikan beberapa hari terakhir, suhu malam hari di Surabaya bisa mencapai 24-26 derajat celsius. Menyebabkan rasa dingin berlebih karena tidak adanya tutupan awan di langit.
“Biasanya suhu akan terasa lebih dingin jika tutupan awan hampir tidak ada yang menyelimuti langit, karena panas dari bumi akan keluar angkasa tanpa halangan dari awan,” tambahnya.
Meski begitu, masyarakat Surabaya tak perlu khawatir. Sebab, fenomena bediding ini cukup lumrah terjadi setiap tahun. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah antisipasi secara mandiri.
Mengutip dari unggahan Instagram @call112surabaya, BPBD Kota Surabaya memberikan sejumlah tips yang bisa diterapkan masyarakat agar tak mengalami bediding saat peralihan musim ini.
Di antaranya memakai pakaian yang tebal dan hangat, minum air putih yang cukup (idealnya 2-3 liter per hari untuk orang dewasa), mengonsumsi makanan bergizi, minum vitamin, serta istirahat yang cukup.***





