BMKG Peringatkan Hujan Lebat 10–11 Mei, Waspada Banjir dan Longsor di Berbagai Wilayah

Ilustrasi cuaca ekstrem. BMKG memperingatkan cuaca seperti ini bakal berlangsung pada 10 - 11 Mei. | Samudra Fakta
Musim kemarau sudah di depan mata, tapi jangan dulu menyimpan payung dan jas hujan Anda. Pasalnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk akhir pekan ini: pada 10–11 Mei diprediksi akan terjadi hujan berintensitas lebat di hampir seluruh wilayah Indonesia.

__________

Fenomena hujan deras di bulan Mei ini terbilang tak biasa karena seharusnya memasuki musim kemarau. Namun, BMKG menjelaskan bahwa bulan Mei masih masa peralihan.

“Bulan Mei ini secara umum masih berada dalam masa peralihan musim dari hujan ke kemarau, ditandai dengan cuaca panas pada pagi dan siang hari serta potensi hujan di sore atau malam hari,” jelas Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani.

Bacaan Lainnya

Dengan kata lain, meskipun pagi-siang cerah dan terik, sore hingga malam hari atmosfer labil sehingga awan hujan mudah terbentuk. BMKG menyebut potensi hujan deras disertai petir dan angin kencang masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah yang Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

BMKG memprakirakan, hujan sedang hingga lebat akan melanda banyak daerah dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Artinya, hampir seluruh penjuru Nusantara berpotensi basah kuyup selama periode 10–11 Mei.

Sejumlah provinsi yang disebut BMKG masuk kategori waspada cuaca ekstrem, antara lain, Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Tengah, dan Papua Selatan.

Hujan lebat di wilayah-wilayah tersebut juga dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Masyarakat diharapkan berjaga-jaga. BMKG juga menyatakan telah meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk siaga terhadap cuaca buruk ini.

Kendati siang hari cuaca bisa cerah, perbedaan suhu yang tinggi antara siang dan malam turut memicu cuaca ekstrem lokal. “Potensi hujan deras tidak merata namun intens, sering disertai petir dan angin kencang,” demikian tulis BMKG dalam keterangannya pada Kamis, 8 Mei 2025.

Selalu Waspada Banjir hingga Longsor

Intensitas hujan yang tinggi bisa membawa dampak berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta angin kencang yang bisa menimbulkan kerusakan. BMKG pun mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor di tengah cuaca ekstrem ini.

Curah hujan besar dalam waktu singkat bisa membuat sungai meluap dan drainase perkotaan tak mampu menampung air, sehingga bisa mengakibatkan banjir.

Awal Mei lalu, hujan deras terbukti menyebabkan bencana di berbagai daerah. Contohnya, di Sumedang, Jawa Barat, terjadi tanah longsor pada 4 Mei 2025, yang dipicu hujan lebat hingga mengancam 17 rumah dan memaksa evakuasi puluhan warga.

Di Bekasi, Jawa Barat, hujan lebat di hari yang sama menyebabkan banjir merendam perumahan Cibarusah dengan 108 rumah terdampak. Di Jakarta, hujan deras pada 3 Mei juga mengakibatkan genangan dan banjir di beberapa titik kota.

Maka, warga di wilayah rawan banjir dan longsor harus lebih berhati-hati. BPBD setempat pun telah mengeluarkan peringatan kepada aparat dan warga untuk mengantisipasi potensi gerakan tanah di daerah perbukitan seiring tingginya curah hujan Mei ini.

BMKG menekankan agar semua pihak tidak mengabaikan peringatan dini tersebut. “Kami minta masyarakat tetap waspada,” BMKG memperingatkan dalam rilis resminya.

BMKG juga menegaskan bahwa anomali cuaca bulan Mei ini disebabkan oleh gangguan atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) dan sirkulasi siklonik yang masih aktif. Gangguan-gangguan tersebut meningkatkan peluang hujan di luar pola biasanya.

Meski demikian, BMKG memastikan akan terus memonitor perkembangan cuaca dan memperbarui informasi jika ada perubahan signifikan. Masyarakat bisa memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG (website, aplikasi, atau media sosial).***

Pos terkait