Surabaya Raya Teken PSEL, Sampah Diubah Jadi Energi

Sampah Jadi Energi
Kolaborasi Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Bupati dan Wali Kota di kawasan aglomerasi Surabaya Raya. - Diskominfo Surabaya
Surabaya dan daerah aglomerasi meneken kerja sama PSEL untuk mengolah sampah perkotaan menjadi listrik berbasis energi baru terbarukan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menandatangani Perjanjian Kerja Sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik bersama kepala daerah di kawasan aglomerasi Surabaya Raya.

Penandatanganan itu turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.

Kerja sama ini diarahkan untuk menjawab dua persoalan sekaligus: menekan beban sampah perkotaan dan mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

Bacaan Lainnya

“Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim,” kata Khofifah, dikutip Senin, 30 Maret 2026.

Khofifah menegaskan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci karena Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional PSEL. Karena itu, Surabaya tidak bisa berjalan sendiri.

“Di sinilah pentingnya kolaborasi. Baik di Surabaya Raya maupun Malang Raya, sinergi antar daerah menjadi kunci untuk menjawab keterbatasan sekaligus memperkuat kapasitas bersama,” ujarnya.

Untuk kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah diproyeksikan mencapai sekitar 1.100 ton per hari. Rinciannya, Surabaya 600 ton per hari, Gresik 250 ton, Sidoarjo 150 ton, dan Lamongan 100 ton. Lokasi pembangunan PSEL direncanakan berada di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Surabaya.

Surabaya Bidik Tambahan Fasilitas

Eri Cahyadi mengatakan kerja sama ini menjadi bagian dari langkah aglomerasi untuk menambah fasilitas pengolahan sampah berbasis energi. Sebab, Surabaya saat ini baru memiliki PSEL Benowo dengan kapasitas sekitar 1.000 ton per hari, sementara timbulan sampah kota sudah mencapai sekitar 1.800 ton per hari.

Pos terkait