Dari perspektif itu, sekolah menjadi arena strategis. Bukan hanya sebagai institusi akademik, melainkan sebagai laboratorium sosial tempat nilai-nilai ekologis diuji dalam praktik sehari-hari.
Target 2026: Semua Jenjang Adiwiyata
Tak berhenti pada capaian 2025, Pemerintah Kota Surabaya menatap tahun berikutnya dengan target yang lebih ambisius. Eri meminta Dinas Pendidikan Surabaya segera menyusun langkah strategis agar seluruh jenjang sekolah—mulai dari TK, SD, hingga SMP—dapat meraih predikat Adiwiyata pada 2026.
“Kunci dari target ini adalah penguatan kebiasaan memilah sampah hingga menjadi identitas setiap sekolah,” ujarnya.
Identitas, dalam konteks ini, bukan sekadar label formal, melainkan karakter yang melekat. Eri membayangkan generasi yang tumbuh tanpa membawa kebiasaan merusak lingkungan ke masa dewasa.
Ia menyebut contoh konkret yang kerap ditemui di ruang publik: membuang kasur ke sungai atau sampah ke saluran air. Perilaku-perilaku itu, menurutnya, bukan semata persoalan teknis pengelolaan sampah, tetapi cerminan karakter yang gagal dibentuk sejak awal.
“Jika kebiasaan buruk itu hilang, artinya karakter kebersihan sudah terbentuk dengan sempurna,” katanya.
Peran Guru dan Gotong Royong
Dalam narasi perubahan ini, guru menempati posisi sentral. Eri menitipkan pesan agar para pendidik terus menanamkan nilai kebersihan secara konsisten, bukan sebagai kewajiban kurikulum semata, tetapi sebagai laku hidup.
Menurutnya, transformasi Surabaya tidak dimulai dari proyek besar atau infrastruktur megah, melainkan dari perilaku kecil yang dilakukan berulang oleh anak-anak—dan diawasi dengan telaten oleh para guru.
“Atas semangat gotong royong dan keyakinan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman, saya yakin tahun 2026 kita dapat bergerak bersama mewujudkan perubahan nyata,” pungkasnya.
Daftar Sekolah Penerima Adiwiyata 2025
Pada kategori Sekolah Adiwiyata Mandiri 2025, Surabaya diwakili oleh: SDN Kebonsari 1, SDN Dukuh Menanggal 1/424, SDN Sememi 1, SDN Karah 1, SMPN 35 Surabaya, SMPN 2 Surabaya, SMPN 44 Surabaya, dan SMPN 43 Surabaya.





