Surabaya Boyong 5 Penghargaan Government Techno Marketing Award 2024 Jawa Timur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerima penghargaan Creativity Innovation Entrepreneur Leadership (CI-EL) Medal of Distinction 2024 dari MarkPlus Institute. (Istimewa)
SURABAYA–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendapatkan Creativity Innovation Entrepreneur Leadership (CI-EL) Medal of Distinction 2024 dari MarkPlus Institute, dalam gelaran Indonesia Marketing Festival (IMF) 2024. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan Wali Kota Eri dalam pengembangan dan pemulihan ekonomi di kawasan Kota Lama dan Jalan Tunjungan Surabaya.

Dengan diraihnya CI-EL Medal of Distinction 2024, Wali Kota Eri menjadi tokoh ketiga yang berhasil mendapatkan penghargaan tersebut. Yang pertama mendapatkannya adalah Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan yang kedua Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Eri bersyukur dan bangga atas capaian Pemkot Surabaya. Sebab, penghargaan CI-EL Medal of Distinction 2024, menjadi motivasi untuk keberlanjutan Kota Surabaya. Dengan demikian, kata dia, berbagai upaya pemulihan ekonomi, pelayanan publik, hingga pengentasan kemiskinan, dan pengangguran di Kota Pahlawan mendapatkan perhatian oleh MarkPlus Institute.

Alhamdulilah ini di luar dugaan saya, MarkPlus memberikan untuk pribadi. Baru untuk tiga orang, pertama untuk Pak Kapolri, kedua Gubernur Sulawesi Utara, dan ketiga adalah saya. Tadi saya sempat kaget juga, disampaikan beliau (Hermawan Kartajaya), apa yang kita kerjakan mendapat sorotan dan perhatian,” kata Wali Kota Eri.

Bacaan Lainnya

Ia melanjutkan bahwa ilmu dalam bidang marketing yang dipelajarinya turut menggerakan pelayanan publik di Pemkot Surabaya.

“Stunting turun, dan kemiskinan turun. Maka kita harus selalu kreatif dan inovatif, serta memiliki jiwa entrepreneur dan leadership. Terima kasih, ini menambahkan semangat Pemkot Surabaya untuk masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga berhasil memboyong 5 penghargaan sekaligus, dalam kategori Government Techno Marketing Award 2024 Jawa Timur dari MarkPlus Institute. Pengarahan untuk kelima pelayanan publik berbasis digital itu, di antaranya aplikasi Padat Karya, Sayang Warga, Wargaku, SSW (Surabaya Single Window) Alfa, dan Command Center 112.

“Ada lima aplikasi, salah satu contoh adalah kesehatan, bagaimana program tersebut disampaikan kepada masyarakat, lalu bisa terupdate kembali. Maka perlu inovasi digitalisasi,” jelasnya.

Pos terkait