Pemerintah Kota Surabaya resmi membuka operasional Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini di Jalan Medokan Asri Tengah No. 2, Rungkut, Surabaya. Rumah sakit ini difokuskan pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk pelayanan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rasa syukur atas peresmian rumah sakit dengan kapasitas 155 tempat tidur ini.
“Alhamdulillah, RSUD Eka Candrarini resmi dibuka. Rumah sakit ini akan memberikan pelayanan prima, khususnya bagi ibu dan anak,” ujar Eri.
Ia menyebut, rumah sakit ini akan menjadi pelopor dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak di Surabaya. Di tahap awal operasionalnya, RSUD Eka Candrarini menyediakan 155 tempat tidur dari total kapasitas 327 unit. Tak hanya itu, rumah sakit ini juga telah mengoperasikan 16 poli, termasuk poli jantung, anak, dan obgyn.
“Kami ingin pasien merasa nyaman. Ketika nyaman, psikologinya juga lebih baik, sehingga Insyaallah mereka lebih cepat sembuh,” kata Eri sambil meninjau ruangan Instalasi Rawat Jalan (IRJ) dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang sudah dapat diakses dengan BPJS Kesehatan.
Namun, Eri mengakui bahwa beberapa layanan, seperti program bayi tabung, masih dalam tahap persiapan. “Ruangannya berbeda, jadi masih kami siapkan,” jelasnya. Sementara itu, untuk Instalasi Rawat Inap (IRNA), Eri menargetkan layanan ini akan siap dalam dua minggu ke depan setelah proses akreditasi dan sterilisasi rampung.
Di lantai empat rumah sakit, pelayanan unggulan untuk kesehatan ibu dan anak menjadi pusat perhatian. Plt Direktur Utama RSUD Eka Candrarini, drg. Bisukma Kurniawati, menuturkan, “Kami memang fokus pada kesehatan ibu dan anak, tapi tetap menyediakan layanan untuk semua kebutuhan medis.” Ia juga menjelaskan bahwa rumah sakit ini menyediakan ruang khusus untuk menangani korban Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT). “Ada privasi dan ruangan khusus di IGD untuk korban KDRT. Kami bekerja sama dengan DP3APPKB dan lintas sektor lainnya,” tambahnya, Minggu (23/12).
Kepala DP3APPKB Kota Surabaya, Ida Widayati, turut memberikan apresiasi terhadap layanan ini. Menurutnya, keberadaan fasilitas khusus untuk korban KDRT di RSUD Eka Candrarini akan sangat membantu penanganan kasus-kasus yang terjadi, khususnya di wilayah Surabaya Timur.
Dengan luas area masterplan mencapai 5,3 hektare dan tahap awal pembangunan yang menempati 1,7 hektar, RSUD Eka Candrarini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pelayanan kesehatan di Surabaya. Eri Cahyadi menutup dengan satu harapan besar, “Semoga rumah sakit ini benar-benar memberikan manfaat dan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama ibu dan anak.”***





