Suara Nahdliyin Tak Pernah Bulat

Samudra Fakta juga menemukan video yang diunggah di platform Tiktok, merekam pertanyaan seorang kader NU kepada Yahya tentang isyaroh PBNU ke kubu siapa. Yahya menjawab dengan berpantun: Panen kates, numpak jaran (Panen pepaya, naik kuda—red)”.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi mengaku tak heran soal perbedaan haluan dukungan capres-cawapres 2024 di tubuh NU tersebut. Menurut dia, dukungan para tokoh NU itu sah dan wajar, karena mewakili pribadi masing-masing, bukan atas nama lembaga NU. Kata Fahrur, sebagai warga negara Indonesia—termasuk juga para ulama maupun warga NU—semuanya mempunyai hak politik untuk memilih dan dipilih.

Bacaan Lainnya

“Kita hormati semua dengan pilihan masing-masing dengan saling menghormati pilihan lainnya,” kata Fahrur, dikutip dari Rakyat Merdeka, Sabtu, 28 Oktober 2023.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1, Bululawang, Malang ini menambahkan, perbedaan dukungan suara warga NU seperti itu sudah berlangsung sejak lama. Suara itu, kata Fahrur, kemungkinan baru bisa menyatu jika ada arahan Rais Aam PBNU secara khusus.

“Hingga saat ini kami belum mendapatkan arahan beliau (Rais Aam PBNU—red), maka wajar jika kemudian sebaran suara tokoh masyarakat NU berpencar,” ungkapnya.

Pimpinan Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) ini menambahkan, NU akan tetap menjadi rumah besar yang nyaman bagi semua warganya meskipun berbeda beda pilihan pilpres satu sama lainnya. “Siapa pun yang terpilih adalah putra terbaik bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Pos terkait