Bendi Wijaya atau BW (31), sopir truk pengangkut galon yang memicu kecelakaan fatal di gerbang tol Ciawi ternyata aktif di media sosial TikTok, dan beberapa kali diketahui live selama mengemudi.
Sebagaimana diketahui, kecelakaan yang terjadi pada Selasa tengah malam, 4 Februari 2025 itu menyebabkan 8 korban meninggal dan 11 lainnya luka.
Bendi, dalam akun TikTok @bendiwijaya06, diketahui kerap mengunggah momen aktivitasnya sebagai sopir truk. Sebelum kecelakaan terjadi, Bendi juga diketahui mengunggah momen ketika dia nyetir.
Dalam video itu dia mengenakan kacamata hitam, sementara tangan satunya memegang ponsel untuk merekam. “Di sponsori ku pihujanennn,” demikian tulis Bendi pada caption video videonya.
Belum ada konfirmasi apakah kebiasaan tersebut yang menjadi penyebab kecelakaan. Namun demikian, berbagai studi menyebutkan jika mengemudi sambil main ponsel adalah perilaku yang membahayakan.
Menurut instruktur dan founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, suatu pekerjaan yang dilakukan saat mengemudi, seperti bermain ponsel, menyebabkan risiko kecelakaan lebih tinggi.
“Dia (main ponsel sambil mengemudi) menambah suatu pekerjaan yang membuat multitasking. Sudah pasti mengganggu. Ini, kan, multitasking driving,” kata Jusri, dikutip Kamis, 6 Februari 2025.
Jusri mengingatkan jika mengemudi kendaraan adalah pekerjaan yang tidak bisa dilakukan berbarengan dengan kegiatan lain. Sebab, main ponsel sambil mengemudi mengganggu sistem motorik si pengemudi.
“Selain nalar, emosi dan motorik terpakai semua, kan. Ketika motorik kita terganggu karena konsentrasi kita ke sana (main ponsel), maka konsentrasi mengemudi kita terganggu,” ujarnya.
Sedangkan praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyebut mengemudi sambil bermain ponsel melebihi bahaya mengemudi mengantuk atau mabuk.
“Ini melebihi bahayanya mengemudi ngantuk atau mabuk. Sama dengan bunuh diri namanya,” kata Sony, dikutip Kamis. ***

