Sistem Kedaruratan Call Center 112 Milik Surabaya Bakal Diterapkan di IKN

Sistem 112 akan diterapkan di Ibu Kota Nusantara. foto:IST
SURABAYA — Sistem Kedaruratan Call Center (CC) 112 di Surabaya akan diterapkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Pada sistem ini bakal ditambahkan peningkatan jaringan koneksi, komputer, alat deteksi benda di udara, hingga early warning system (EWS) untuk gempa bumi.

Hal ini seperti diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro.

“Jadi nanti di IKN akan dibentuk seperti 911 juga untuk kedaruratan, dan Kemenko Polhukam RI sangat salut dengan Surabaya, karena mereka baru melihat ternyata hanya Surabaya yang terintegrasi dan ada kolaborasi antar OPD (organisasi perangkat daerah),” ungkap Agus, Ahad (15/9/2024).

Hebi melanjutkan, menurut Kemenko Polhukam, hanya CC 112 yang memiliki respons time kedaruratan kurang dari 7 menit.

Bacaan Lainnya

“Nah, ini baru ada di Indonesia, yaitu di Surabaya. Mereka akan menerapkan itu di IKN nantinya,” imbuh Hebi.

Hebi menerangkan, kelebihan lain dari CC 112 ini juga bisa mendeteksi pelaku tindak kriminal bahkan daftar pencarian orang (DPO) melalui kamera CCTV.

Sampai saat ini, total kamera CCTV yang terkoneksi dengan CC 112 ada sekitar 2200 unit. Tidak hanya itu, pemkot juga memiliki program kelurahan tanggap bencana yang tersebar di seluruh kecamatan se-Surabaya.

Hebi menjelaskan, nantinya bentuk mitigasi yang diadopsi dari Kota Surabaya untuk diterapkan di IKN di antaranya adalah keselamatan di lingkungan istana presiden dan lingkungan pemerintahan di IKN.

Hal ini diterapkan untuk menghindari dan mewaspadai adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan IKN.

Hebi menyebutkan, sempat memberikan saran kepada Pelaksana tugas (Plt) Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Asep Jenal Ahmadi agar menerapkan jalur evaluasi kota.

Tujuannya, untuk memberikan petunjuk arah kepada warga ketika sewaktu-waktu terjadi bencana di IKN. “Semisal nanti ada gempa dan sebagainya, itu sudah ada tuntunan ke mana warg harus menuju. Kalau nanti sampai belok ke kanan, kemudian di kanan mendekati bencana itu sudah ada warning (peringatanya),” sebutnya.

Pos terkait