Sindiran Satir ke Polri: Netizen Usul Pricelist Layanan agar Masyarakat Siapkan Uang

Ilustrasi sindiran netizen terhadap kinerja polisi dalam menangani kasus aduan bos rental di Tangerang. Foto:Canva/Edi P
Sebuah unggahan satir yang viral di media sosial memicu diskusi panas terkait kinerja kepolisian dalam menangani laporan masyarakat. Akun X @el_alvra*** mengkritik polisi dengan nada tajam setelah laporan seorang pemilik rental mobil yang menjadi korban penembakan di Tangerang ditolak.

“Sebaiknya Polri segera me-release pricelist resmi jika masyarakat ingin melapor atau meminta jasa polisi. Agar masyarakat tidak berharap, menunggu, atau kecewa di belakang. Misal, Super Premium Service: Rp400 juta; Cepat Tanggap: Rp80 juta; Agak Tanggap: Rp40 juta; Normal: Rp20 juta; Biasa: Gratis,” tulis akun tersebut pada 4 Januari 2024.

Ia juga menyebutkan syarat-syarat tambahan yang dianggap berlebihan jika masyarakat ingin mendapatkan layanan dari kepolisian. “Wajib melampirkan 9 lembar fotokopi KK-KTP, Ijazah SD-SMA asli, SKCK, BPKB/STNK, Surat Keterangan RT/RW legalisir Kades, sudah terdaftar sebagai peserta BPJS aktif, surat pernyataan tidak menunggak pajak, dan dokumen pendukung lainnya.”

Dalam lanjutan unggahannya, @el_alvra*** mengaku yakin kritik tersebut menyentil petinggi Polri. “Saya juga meyakini yang membuat Community Notes di tweet ini adalah oknum pihak Kepolisian Indonesia yang tersinggung dan tidak memahami substansi kritiknya. Mereka didesain untuk marah-marah dan arogan, bukan untuk berpikir dan merenung.”

Sejak dipublikasikan, unggahan tersebut telah dilihat 3,7 juta kali dan memantik berbagai komentar dari netizen yang membagikan pengalaman serupa. “Pernah lapor soal obat ilegal berkedok apotek, dijanjikan privasi. Tiga hari kemudian rumah malah didatangi preman suruhan bandar,” ungkap akun @katta***.

Bantahan dari Kapolsek Cinangka

Kapolsek Cinangka AKP Asep Iwan Kurniawan sebelumnya membantah tudingan bahwa pihaknya menolak pendampingan saat pengejaran mobil yang ditembak di Tangerang. “Tidak pernah ada penolakan. Kami hanya menanyakan dokumen kepemilikan mobil karena mereka bilang mobil tersebut dari leasing,” ujarnya, Kamis (2/1/2025).

Namun, Rizky Agam (24), anak dari bos rental Ilyas Abdurrahman (59) yang menjadi korban penembakan, membantah pernyataan itu. Ia menegaskan telah menunjukkan semua dokumen resmi. “Kami membawa BPKB, STNK, dan kunci cadangan. Polisi tetap menyangka kami leasing. Mereka tidak mau mendampingi karena kami tidak punya laporan polisi,” katanya, Sabtu (4/1/2025).