Siapa Bilang Semboyan “Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman” Tak Ada Dalilnya?

Cinta tanah air merupakan salah satu syariat agama Islam, yang diyakini bisa meningkatkan keimanan. Banyak petunjuk atau dalil terkait hal tersebut. FOTO: Ilustrasi

Hadits Nabi Muhammad Saw,

Sementara, ditinjau dari perspektif Hadits Nabi Muhammad, cinta tanah air juga bisa disebut merupakan anjuran syariat. Nabi Muhammad memberikan sebuah teladan tentang hal tersebut, sebagaimana keterangan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari juz 3 halaman 23:

“Bahwasanya tatkala Rasulullah hendak datang dari bepergian, beliau mempercepat jalannya kendaraan yang ditunggangi setelah melihat dinding Kota Madinah. Bahkan, beliau sampai menggerak-gerakkan binatang yang dikendarainya. Semua itu dilakukan sebagai bentuk kecintaan beliau terhadap tanah airnya.”

Bacaan Lainnya

Ada pula hadits senada, tetapi dengan redaksi Hadits yang berbeda, sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik. “Diriwayatkan dari sahabat Anas: bahwa Nabi Saw. ketika kembali dari bepergian dan melihat dinding-dinding Madinah, beliau mempercepat laju untanya. Apabila beliau menunggangi kendaraan, maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah,” demikian bunyi hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Hibban, dan At-Tirmidzi tersebut.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalany, dalam kitab Fathul Bari, menegaskan bahwa dalam hadits di atas terdapat suatu petunjuk yang bisa menjadi dalil keutamaan Kota Madinah dan dalil disyariatkannya cinta tanah air—serta kerinduan padanya.

Sependapat dengan Ibnu Hajar, Syekh Badr Al-Din Al-Aini, dalam kitabnya Umdatul Qari Syarh Shahih Al-Bukhari, menyatakan bahwa dalam hadits tersebut terdapat dalil atau petunjuk tentang keutamaan Madinah dan petunjuk disyariatkannya cinta dan kerinduan kepada tanah air.

Sementara itu, dalam kitab At-Tausyih Syarh Jami Al-Shahih, Imam Jalaluddin As-Suyuthi menandaskan bahwa perihal disyariatkannya rindu dan cinta tanah air memang termaktub dalam sebuah hadits.

Pos terkait