Ketua Presidium MER-C, Dr. Hadiki Habib, yang hadir menerima bantuan, menyampaikan rasa hormat atas kepercayaan Shiddiqiyyah kepada lembaganya. Ia menuturkan, kedekatan emosional warga Gaza terhadap rakyat Indonesia sangat mendalam.
“Warga Gaza bilang, ‘Kalian datang saja ke sini, kami merasa masih punya harapan. Kami merasa tidak sendirian,’” tuturnya, menirukan ucapan relawan MER-C di lapangan.
Dari Spirit Keagamaan ke Gerakan Kemanusiaan
Syekh Muchtarulloh, dalam pesan-pesan kebaikannya sebagai rangkaian acara, menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan bagian dari ajaran cinta kasih universal. Ia menyinggung keberanian Hamas yang terus berjuang meski berhadapan dengan kekuatan besar dunia.
“Hamas itu kecil, tidak ada tandingannya dengan Israel, apalagi di belakangnya ada Amerika, tapi mereka berani. Mungkin diilhami oleh firman Allah Ta’ala,” ujarnya. Beliau menekankan, perdamaian dunia tidak akan tercapai tanpa keadilan di Palestina.
“Kalau Palestina sudah beres, dunia tentrem, terutama Timur Tengah. Selama zionis masih ada, dunia tidak akan tenang,” tuturnya.
Melalui doa, sedekah, dan sujud syukur serentak itu, jamaah Shiddiqiyyah meneguhkan kembali keyakinan bahwa solidaritas kemanusiaan adalah bentuk tertinggi dari pengamalan iman.***





