Dikutip dari Seri Buku Tempo Bapak Bangsa yang berjudul “Agus Salim Diplomat Jenaka Penopang Republik”, diceritakan bahwa Agus Salim bersama Sri Paku Alam IX diutus pemerintah RI menghadiri acara penobatan tersebut.
Agus Salim pertama kalinya bertemu dengan Sang Pangeran yang bergelar Duke of Edinburgh di acara jamuan makan malam di Buckingham Palace. Ketika itu pemandangan yang dilihat Agus Salim membuatnya terusik. Musababnya Pangeran Pihilip lebih sibuk melayani para tamu dari para bangsawan serta tokoh elite di Ingris.
“Ayah melihat Pangeran masih sangat muda sehingga canggung meninggalkan lingkaran itu,” tutur putri Agus Salim, Siti Asiah dalam buku tersebut.
Padahal waktu itu, tamu-tamu yang hadir merupakan orang-orang ternama seperti Raja Arab Saudi dan Putra Mahkota Jepang, Akihito. Melihat Pangeran Philip yang canggung terjebak dalam lingkaran obrolan dengan para bangsawan dan tokoh elite Inggris, Agus Salim lantas menghampiri Duke of Edinburgh sembari melambai-lambaikan rokok kretek yang telah disulutnya seraya bertanya, “Apakah Paduka mengenal bau rokok ini?”.
“Rasanya saya tidak mengenal aroma ini Tuan,” jawab Pangeran Philip menimpali Agus Salim. “Inilah yang menyebabkan bangsa Paduka beramai-ramai mendatangi negeri saya,” balas Agus Salim.
Sang Pangeran tertawa lalu langsung teringat dengan para tamu kenegaraan dari seluruh penjuru negeri yang hadir di Buckingham Palace. Pangeran Philip lalu mendatangi para tamu kehormatannya tersebut.
“Ayah tidak berniat merokok dalam acara kenegaraan itu, tapi itu adalah diplomasi ayah untuk melepaskan Pangeran Philip dari lingkaran bangsanya sendiri,” ujar Siti Asiah yang juga akrab disapa Bibsy.
Acara penobatan pun berlangsung keesokan harinya di Westminster Abbey. Diplomat pendamping Agus Salim, Robert Brash, sudah mewanti-wanti tamunya itu agar berhenti merokok begitu mobil yang mereka tumpangi memasuki gedung. Sebabnya, Agus Salim tak berhenti merokok di dalam mobil saat perjalanan dari tempat ia menginap menuju Westminster Abbey.
