Sepuntung Kretek di Tangan Haji Agus Salim: Asap yang Menjaga Martabat Republik

(Foto: dari Akun @KomunitasKretek/Sa’adatus)

Delegasi Amerika Serikat perlahan mendekati lelaki yang tampak acuh tak acuh meski diperhatikan semua orang. Seketika itu juga beberapa orang dari Delegasi Belanda, Australia, dan Swedia ikut menghampirinya. “Hai Tuan, tolong matikan rokokmu, ini tempat terhormat” ucap delegasi AS.

Pria tua berjanggut itu hanya tersenyum seraya mengembuskan asap rokok yang membentuk huruf O. Pria tua itu menjawab: “Apa maksud Tuan dengan rasa hormat?”

Lalu delegasi lain dari Belanda menimpali “Ini adalah konferensi yang sangat penting dan sangat formal, di sini tidak diizinkan untuk merokok”.

Bacaan Lainnya

Agus Salim menjawab “Apakah Tuan tahu, tembakau ini berasal dari Deli, cengkih ini berasal dari Sulawesi, dan lada ini berasal dari Lampung. Semua komoditas tadi adalah alasan Tuan-Tuan berlayar jauh ke negeri kami dan menjajah kami. Jika tidak ada 3 komoditas tadi, apakah Tuan-Tuan mau repot melakukan hal itu?”.

Delegasi Belanda mulai merasa terpojok dengan jawaban itu. “Tetapi tetap saja ini tempat terhormat, Anda tidak boleh merokok di sini” ujar delegasi Belanda.

“Saya memang orang tidak terhormat dan kami tidak pandai membuat tempat terhormat untuk Tuan-Tuan sekalian. Tetapi kami sangat pandai beramah tamah dan mempersilakan Tuan-Tuan menjajah negeri kami selama ratusan tahun. Maka dari itu, sekarang akui saja kedaulatan kam,i sehingga Tuan tidak perlu bertemu dengan orang tidak terhormat seperti saya. Apakah hal-hal tadi tidak cukup untuk mengajarkan Tuan sekalian rasa malu”

Kemudian pria tua itu menatap ke semua orang yang mengerumuninya, “Setujui dan akui sajalah kedaulatan negeri kami, maka Tuan-tuan tidak akan pernah bertemu dengan orang seperti saya lagi. Tempat terhormat ini tidak akan lagi tercemar dengan asap beraroma tembakau, cengkeh dan lada,” tuturnya.

Orang Belanda itu tersipu malu. Sementara delegasi elegasi AS, Australia dan Swedia bertepuk tangan sebagai ungkapan rasa hormat. Selanjutnya, Haji Agus Salim juga pernah memamerkan kretek kepada Pangeran Philip, saat menghadiri acara penobatan istrinya, yakni Ratu Elizabeth, yang naik tahta menggantikan ayahnya (Raja Georger VI), yang mangkat pada 4 Juni 1953.

Pos terkait