Semeru Terus Batuk! 34 Kali Meletus dalam 6 Jam, Warga Dilarang Mendekat hingga 20 Km

Erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025. - Dok. Istimewa
Aktivitas vulkanik Gunung Semeru tak menunjukkan tanda-tanda mereda. Setelah meletus pada Rabu, 19 November 2025 petang, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat meletus atau erupsi hingga 34 kali!

Data yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kamis, 20  November 2025 pukul 12.00–18.00 WIB, menunjukkan peningkatan signifikan dalam kegempaan. Petugas pengamat, Wahyu Wijayanto, A.Md., melaporkan bahwa Semeru, yang menjulang dengan ketinggan 3676 mdpl di perbatasan Lumajang dan Malang, terus “batuk” intensitas tinggi.

Banjir Getaran dan Ancaman Lahar Dingin

Selain puluhan kali erupsi, tercatat pula kegempaan lain yang mengkhawatirkan:

Peta kerawanan bencana akibat letusan Gunung Semeru. – Dok PVMBG
Jauhi Jalur Maut Besuk Kobokan!

Demi keselamatan warga, PVMBG mengeluarkan rekomendasi tegas yang wajib ditaati:

  1. Zona Merah 20 Km: Masyarakat dilarang total beraktivitas di sektor tenggara, tepatnya sepanjang Besuk Kobokan, dalam jarak radius $20$ kilometer dari puncak Semeru.

  2. Jalur Sungai Jaga Jarak: Bahkan di luar batas $20$ km, warga diminta menjauh $500$ meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Ini untuk menghindari perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa datang sewaktu-waktu.

  3. Radius 8 Km Rawan Lontaran Batu: Masyarakat harus benar-benar menjauhi radius $8$ Km dari kawah/puncak karena sangat rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar yang mematikan.

  4. Waspada Lahar di Hulu: Potensi awan panas, guguran lava, dan lahar patut diwaspadai di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Serta anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.

Petugas mengimbau warga untuk selalu memantau informasi resmi dan tidak panik, namun tetap siaga penuh.***

Pos terkait